Breaking News:

Jauh Sebelum Nadeo dan Witan, Jebolan Santri Ini Lebih Dulu Diandalkan Timnas Di 2 Edisi Piala Asia

Jauh sebelum angkatan Nadeo Arga Winata dan Witan Sulaeman menjadi andalan di Timnas Indonesia, ada sosok jebolan santri yang lebih dulu sukses.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Photo by Roslan RAHMAN / AFP
Skuad Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020. Jauh sebelum angkatan Nadeo Arga Winata dan Witan Sulaeman menjadi andalan di Timnas Indonesia, ada sosok jebolan santri yang lebih dulu sukses menjadi pesepak bola. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jauh sebelum angkatan Nadeo Arga Winata dan Witan Sulaeman menjadi andalan di Timnas Indonesia, ada sosok jebolan santri yang lebih dulu sukses menjadi pesepak bola.

Diketahui, di era Timnas Indonesia saat ini terdapat banyak pemain yang merupakan jebolan para santri Pondok Pesantren.

Diantaranya yakni sang kapten Evan Dimas Darmono dan Asnawi Mangkualam.

Kemudian ada nama Nadeo Arga Winata, Witan Sulaeman sampai Dedik Setiawan.

Para pemain itu pernah mengenyam pendidikan di pesantren sebelum kemudian sukses berkarir di sepak bola.

Baca juga: Cerita Karir Alex Pulalo: Merantau dari Papua Sejak Remaja, Dijuluki Roberto Carlos Asal Indonesia

Namun jauh sebelum angkatan Witan Sulaeman cs, ada sosok pesepak bola tanah air yang juga merupakan santri.

Sosok tersebut menjadi andalan sejumlah klub di Indonesia serta timnas pada tahun 2000-an.

Bahkan sang pemain pernah mencatatkan namanya di papan skor dua edisi Piala Asia yakni pada tahun 2004 dan 2007.

Anggota tim Indonesia, (baris belakang dari kiri ke kanan) Rachmat Irianto, Alfeandra Dewangga Santosa, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Dedik Setiawan, Nadeo Arga Winata, Asnawi Mangkualam Bahar, (baris depan dari kiri ke kanan) Egy Mualana Vikri, Witan Sulaeman, Ramai Melvin Rumakiek, Pratama Arhan Alif Rifai dan Ricky Richardo Kambuaya, berfoto bersama jelang pertandingan leg kedua final sepak bola AFF Suzuki Cup 2020 antara Thailand dan Indonesia di National Stadium, Singapura, 1 Januari 2022.
Anggota tim Indonesia, (baris belakang dari kiri ke kanan) Rachmat Irianto, Alfeandra Dewangga Santosa, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Dedik Setiawan, Nadeo Arga Winata, Asnawi Mangkualam Bahar, (baris depan dari kiri ke kanan) Egy Mualana Vikri, Witan Sulaeman, Ramai Melvin Rumakiek, Pratama Arhan Alif Rifai dan Ricky Richardo Kambuaya, berfoto bersama jelang pertandingan leg kedua final sepak bola AFF Suzuki Cup 2020 antara Thailand dan Indonesia di National Stadium, Singapura, 1 Januari 2022. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)

Meski kini sudah gantung sepatu alias pensiun, sosok tersebut masih banyak dikenal pecinta sepak bola tanah air.

Posisinya sebagai penyerang dan liukannya yang begitu gesit membuatnya mendapat julukan si ular piton.

Sosok pemain tersebut ialah Budi Sudarsono.

Lahir dan besar di Kediri, Jawa Timur, Budi Sudarsono sudah sejak kecil akrab dengan ilmu agama.

Meski tak mengenyam pendidikan formal di pesantren, lingkungannya yang banyak terdapat pesantren membuat Budi Sudarsono banyak mempelajari ilmu agama.

"Kita ga mondok tapi memang lingkungan kita sudah pondok.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved