Munarman Ditangkap Densus 88

Munarman Divonis Besok, Penasihat Hukum Harap Kliennya Divonis Bebas

Perkara dugaan tindak pidana terorisme yang menjerat eks Sekretaris Umum FPI, Munarman bakal memasuki babak akhir pada sidang Rabu (6/4/2022).

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Perkara dugaan tindak pidana terorisme yang menjerat eks Sekretaris Umum FPI, Munarman bakal memasuki babak akhir pada sidang Rabu (6/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Perkara dugaan tindak pidana terorisme yang menjerat eks Sekretaris Umum FPI, Munarman bakal memasuki babak akhir pada sidang Rabu (6/4/2022).

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengatakan dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB majelis kakim akan menjatuhkan vonis kepada Munarman.

"Sesuai jadwal agendanya putusan," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat dikonfirmasi, Selasa (5/4/2022).

Vonis dari Majelis Hakim yang berdasar pada fakta sidang tersebut akan menentukan apakah Munarman dinyatakan bebas atau bersalah dalam kasus tindak pidana terorisme.

Anggota tim penasihat hukum Munarman, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya berharap Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bebas kepada kliennya.

Baca juga: Sidang Putusan Perkara Terorisme Munarman Digelar Saat Bulan Ramadan, Ini Kata Majelis Hakim

Yakni bahwa Munarman tidak melanggar UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Harapannya bebas. Semoga majelis hakim memberikan keputusan terbaik," ujar Aziz.

Anggota tim penasihat hukum Munarman, Aziz Yanuar saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12/2021).
Anggota tim penasihat hukum Munarman, Aziz Yanuar saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/12/2021). (Bima Putra / Tribun Jakarta)

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, JPU menuntut Munarman divonis bersalah karena melanggar Pasal 15 UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada Munarman dengan sejumlah perimbangan hal memberatkan dan meringankan.

"Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan terorisme," tutu JPU dalam sidang, Senin (14/3/2022).

Serta Munarman pernah dihukum selama satu tahun enam bulan dalam perkara pidana melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHAP, dan tidak mengakui atau menyesali perbuatan.

Munarman sendiri membantah tuntutan JPU melalui pleidoi atau pembelaan dibuatnya pribadi yang diberi judul 'Perkara Topi Abu Nawas, Menolak Kezaliman, Fitnah dan Rekayasa Kaum Tak Waras'.

Baca juga: Sampaikan Duplik di Persidangan, Munarman Singgung Bom Bali dan FPI Kecam Tindak Terorisme

Kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Munarman yang dihadirkan langsung di ruang sidang mengatakan tidak pernah mengajak orang melakukan tindak pidana terorisme.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved