Kasus KDRT Bagai 'Gunung Es', Dokter Forensik RSUD Tarakan: Korban Bisa Jadi Pelaku
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih terus terjadi di wilayah DKI Jakarta.
TRIBUNJAKARTA.COM, TARAKAN - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih terus terjadi di wilayah DKI Jakarta.
Kasus KDRT ini pun menjadi seperti fenomena 'Gunung Es'.
Tak jarang ditemukan, para korban KDRT kelak berubah menjadi pelaku selanjutnya.
Hal itu diungkapkan oleh Dr Forensik PPT Bunga Tanjung RSUD Tarakan, dr Boge Priyo Nugroho, Sp.FM saat berbincang di acara TribunTalks pada Sabtu (9/4/2022).
"Kekerasan seksual pada anak itu seperti gunung es, si pelaku ini merupakan korban dari pelaku sebelumnya dan korban dari pelaku akan menjadi pelaku berikutnya," ungkapnya.
Boge melanjutkan para korban yang berubah menjadi pelaku nantinya bukan didasari dari rasa balas dendam.
"Bukan balas dendam, tapi rasa ingin tahunya tinggi. Jadi ingin mempraktikkan itu seperti apa," pungkas dr Boge Priyo Nugroho, Sp.FM.
Begini alurnya
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menghantui warga DKI Jakarta.
Para korban diharapkan datang mengadukannya ke rumah sakit yang membuka pelayanan pemulihan KDRT.
RSUD Tarakan Jakarta memiliki fasilitas yang dapat menangani para korban secara gratis melalui Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Bunga Tanjung.

Direktur RSUD Tarakan, Drg Dian Ekowati mengatakan unit PPT Bunga Tanjung turut bekerjasama dengan Unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Pihak Kepolisian dalam menangani proses KDRT.
"Sehingga selain mendapatkan layanan medis, korban juga didampingi dari segi psikologi hingga sampai ke ranah hukum," katanya di acara TribunTalks.
Begini alur pelayanan medis
Dari segi pelayanan medis, korban bisa datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tarakan.