Penertiban Massal PMKS di Jakarta Timur, Petugas Berpakaian Preman Amankan 83 Orang

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan 83 PMKS hasil operasi di 10 Kecamatan sejak pukul 16.00-22.00 WIB diamankan karena dianggap mengangg

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
PMKS di Kecamatan Duren Sawit yang mencoba kabur saat diamankan petugas dengan cara menaiki angkot, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebanyak 83 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) terjaring dalam operasi penertiban yang dilakukan Pemkot Jakarta Timur pada Jumat (8/4/2022).

Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian, mengatakan, 83 PMKS merupakan hasil operasi di 10 Kecamatan sejak pukul 16.00-22.00 WIB.

Mereka diamankan karena dianggap mengganggu ketertiban umum.

"PMKS yang terjaring paling banyak berada di wilayah Kramat Jati, Jatinegara, Pulogadung, dan Matraman," kata Budhy saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/4/2022).

Operasi yang berdasar pada Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umumi ini melibatkan petugas gabungan dari Satpol PP, Sudin Sosial Jakarta Timur, hingga TNI-Polri.

Baca juga: Kucing-kucingan, PMKS di Duren Sawit Coba Naik Angkot untuk Kabur Saat Diamankan Petugas

Waktu penertiban pukul 16.00-20.00 WIB dipilih karena pertimbangan banyaknya PMKS yang berkumpul di pinggir jalan saat momen warga berbuka puasa hingga selesai tarawih.

"PMKS yang terjaring kooperatif ya, karena kita lakukan penyergapan oleh petugas yang menggunakan baju nondinas," ujarnya.

Sementara, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Purwono menuturkan sebanyak 83 PMKS yang terjaring di 10 Kecamatan meliputi 48 pengamen, 10 manusia gerobak.

Kemudian tujuh gelandangan, enam pemulung, lima parkir liar, dua manusia silver, dua pengemis, dua anak punk, dan satu pedagang asongan yang kini dibawa ke panti sosial.

"Para PMKS ditampung di Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya  2, Cipayung Jakarta Timur. Di PSBI tersebut mereka akan diberi bimbingan mental, spiritual, dan keterampilan," tutur Purwono.

Coba Kabur Naik Angkot

Insiden kejar-kejaran terjadi antara PMKS dengan petugas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sejumlah PMKS di kawasan Kelurahan Pondok Kelapa mencoba melarikan diri saat hendak diamankan petugas Sudin Sosial, Satpol PP, Sudin Perhubungan. dan Koramil, Jumat (8/4/2022) sore.

Bahkan dua pengamen yang meliputi ibu dan anak, serta seorang nenek merupakan pengemis sempat mencoba kabur dengan cara menaikan angkot melintas saat razia PMKS berlangsung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved