Kucing-kucingan, PMKS di Duren Sawit Coba Naik Angkot untuk Kabur Saat Diamankan Petugas
Insiden kejar-kejaran antara Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan petugas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terjadi.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Insiden kejar-kejaran antara Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan petugas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur terjadi.
Sejumlah PMKS di kawasan Kelurahan Pondok Kelapa mencoba melarikan diri saat hendak diamankan petugas Sudin Sosial, Satpol PP, Sudin Perhubungan. dan Koramil, Jumat (8/4/2022) sore.
Bahkan dua pengamen yang meliputi ibu dan anak, serta seorang nenek merupakan pengemis sempat mencoba kabur dengan cara menaikan angkot melintas saat razia PMKS berlangsung.
Petugas dari Sudin Sosial, dan Sudin Perhubungan pun seketika mencegat ketiganya di pintu masuk angkot dan meminta sopir angkot untuk melanjutkan perjalanan.
"Jalan pak, jalan pak," kata seorang petugas meminta sopir angkot membatalkan niat mengangkut PMKS yang terjaring razia, Jumat (8/4/2022) sore.
Baca juga: Satpol PP Tanjung Priok Jaring Belasan Pengemis yang Manfaatkan Anak Supaya Dapat Belas Kasihan
Setelah gagal menakjubkan angkot, ketiga PMKS tetap berupaya melawan saat hendak diamankan petugas gabungan, tapi mereka akhirnya setuju untuk dibawa ke panti sosial.
Sekretaris Kecamatan Duren Sawit, Ali Siregar menuturkan para PMKS ini diamankan karena dianggap mengganggu ketertiban umum sebagaimana Perda DKI nomor 8 Tahun 2007.

"Dalam rangka antisipasi kegiatan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah Kecamatan Duren Sawit di bulan suci Ramadan," ujar Siregar.
Dari hasil razia pada Jumat (8/4/2022) petugas gabungan Kecamatan Duren Sawit mengamankan enam orang PMKS, meliputi dua pengamen jalanan, dua manusia gerobak.
Kemudian dua orang pengemis, mereka dibawa ke panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta yang berada di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur untuk proses pembinaan.
"Selanjutnya keenam anggota masyarakat ini kita bawa ke Kecamatan Cipayung untuk kita lakukan swab (tes Covid-19) selanjutnya dibawa ke panti sosial," tuturnya.