Disaat Kasatpol PP Habisi ASN Dishub Karena Wanita, Tangan Pelaku Digenggam Istri saat Dibawa Polisi

Istri Kasatpol PP Makassar M Iqbal Asnan, Ekayani tak melepaskan tangan suaminya ketika digiring ke mobil polisi.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
YouTube
Detik-detik penangkapan Iqbal Asnan disampingi sang istri, Ekayani Prativi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Istri Kasatpol PP Makassar M Iqbal Asnan, Ekayani tak melepaskan tangan suaminya ketika digiring ke mobil polisi.

Dengan matanya, Ekayani menyaksikan sang suami ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Iqbal ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya di kawasan selatan Kota Makassar, Sabtu (16/4/2022).

Iqbal harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum lantaran membuat nyawa Petugas Dinas Perhubungan, Najamuddin Sewang meninggal dunia.

Iqbal menyuruh rekannya untuk menembak Najamuddin karena masalah asmara, dua pekan lalu.

Baca juga: Untung Keluarga Lihat Luka di Jasad Petugas Dishub, hingga Terkuak Kekejaman Kasatpol PP Demi Janda

Diduga, Iqbal tak terima Najamuddin dekat dengan wanita berinisial RCH yang merupakan seorang janda.

Karena hal itu, Iqbal gelap mata meminta rekannya untuk menembak Najamuddin hingga tewas.

Di sisi lain, Ekayani tampak setia mendampingi suaminya yang hendak dibawa polisi.

Kolase foto Kasatpol PP Kota Makassar, Muhammad Iqbal Asnan dengan RCH, pejabat di Dishub Makassar yang diduga telah menjalin hubungan gelap dengannya hingga berujung pada kematian petugas Dishub, Najamuddin Sewang.
Kolase foto Kasatpol PP Kota Makassar, Muhammad Iqbal Asnan dengan RCH, pejabat di Dishub Makassar yang diduga telah menjalin hubungan gelap dengannya hingga berujung pada kematian petugas Dishub, Najamuddin Sewang. (Kolase Tribun Jakarta/Tribun Timur/Instagram RCH)

Dikutip dari TribunTimur, wanita yang menjabat sebagai lurah itu berada di samping sang suami sampai suaminya masuk ke mobil polisi.

Malahan, Ekayani terus menggenggam tangan suaminya tersebut.

Ekayani mulanya ingin ikut menumpang di mobil yang digunakan polisi membawa Iqbal.

Namun polisi tak mengizinkan, hingga akhirnya Ekayani menyusul ke Mapolrestabes.

Ekayani yakin sang suami bukanlah seorang pembunuh seperti yang ramai disebutkan.

“Suami saya bukan pembunuh. Ini jahat sekali,”

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved