Mudik Lebaran 2022

RK Minta Pemudik Bersiap Adanya One Way dan Batas 30 Menit di Rest Area Tol

"Jadi kita siaga, satu karena bayangkan kita sudah dua tahun tidak mudik jadi bayangkan balas dendam kan, jadi mudik," tuturnya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan pemudik mengantre panjang di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, pada musim mudik Lebaran 2019. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Mudik Lebaran 2022 diprediksi bakal terjadi kemacetan di sejumlah jalan, termasuk jalur tol, lataran terjadi pergerakan manusia bersamaan pasca-pembatasan mudik selama dua tahun karena adanya pandemi Covid-19.  

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpesan agar seluruh masyarakat menperhatikan sejumlah kebijakan yang dilakukan stakeholder untuk mencegah dan mengurai kemacetan tersebut.

Di antaranya rekayasa lalu lintas satu arah atau one way yang bakal diterapkan pada 28-30 April 2022 hingga pembatasan waktu pengendara berada di rest area tol selama 30 menit. 

"Satu arah (one way) jalan tol, semua arah Jakarta di satu arahkan ke Cirebon arah ke Jawa Tengah, orang dari Cirebon mau ke Bekasi enggak boleh lewat jalan tol karena harus lewat jalan biasa," kata Ridwan Kamil saat melakukan kunjungan kerja meresmikan revitalisasi Kalimalang di Kota Bekasi, Rabu (20/4/2022). 

Kebijakan ini, lanjut dia, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas ketika puncak arus mudik yang bertepatan dengan cuti bersama. 

"Hal ini semata mata apa? Itu karena cuti bersama tanggal 29-nya pertanggal 28 melawan arus di satu arahkan ke arah timur (Jawa Tengah), nah itu siap-siap," terang dia. 

Baca juga: Syarat Terbang Dipermudah, Akhir April Diprediksi Jadi Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta 

Baca juga: Menhub Prediksi Jumlah Warga yang Mudik Melonjak 40 Persen jadi 85 Juta Orang Dibanding 2019

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini memprediksi antusias masyarakat untuk mudik pada Lebaran 2022 ini cukup tinggi. 

Sebab, masyarakat terkena larangan mudik dari pemerintah selama dua kali Lebaran sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19. 

"Jadi kita siaga, satu karena bayangkan kita sudah dua tahun tidak mudik jadi bayangkan balas dendam kan, jadi mudik," tuturnya. 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kunjungan kerja di Kota Bekasi, Rabu (20/4/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat kunjungan kerja di Kota Bekasi, Rabu (20/4/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Selain itu, masyarakyat juga diimbau menyediakan segala kebutuhan perjalanan sebelum berangkat menuju kampung halaman. 

Sebab, kata dia, kebijakan pembatasan kunjungan rest area di ruas tol akan diberlakukan supaya mengurangi penumpukan. 

"Kedua, akan dibatasi tempat pemberhentian di rest area, diharapkan di mobilnya disediakan berbekalan berbagai rupa, jarena kalau berhenti di sana (rest area) 30 menit harus sudah selesai," tegas dia. 

 
9 Juta Warga Jabar Bakal Mudik 

Emil mengatakan, diperkirakan ada 9 juta warga Jawa Barat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2022

"Jawa Barat sendiri yang mudik ada 14 jutaan, dan orang Jawa Barat yang keluar mudik antar kota maupun provinsi ada 9 jutaan jiwa," kata Emil. 

Baca juga: Pemprov DKI Peringatkan Warga agar Tidak Palsukan Dokumen Vaksin Booster Demi Mudik

Segala persiapan dan strategi telah dilakukan pemerintah pusat dan daerah, salah satunya di Jawa Barat ada sedikitnya 400 titik pemantauan. 

"Baik polisi poskonya dengan pemerintah provinsi ada hampir 400 lebih titik, ujar Emil.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved