'Gak Dihitung, Sehari Satu' Pengakuan Buruh Suruh 2 Gadis Layani Pria Hidung Belang Sejak 2019

Dua pemuda berinisial A dan R menjebak gadis belia asal Bogor masuk ke dalam lembah prostitusi online. Mereka layani pria hidung belang sejak 2019.

ThinkStock via Kompas
Ilustrasi Prostitusi. Dua pemuda berinisial A dan R menjebak gadis belia asal Bogor masuk ke dalam lembah prostitusi online. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dua pemuda berinisial A dan R menjebak gadis belia asal Bogor masuk ke dalam lembah prostitusi online.

Tak terhitung, dua gadis belia itu berinisial SJP (12) dan CAZ (14) melayani pria hidung belang sejak tahun 2019.

Aksi dua pemua menjajakan dua gadis belia itu berakhir pada April 2002 setelah Polres Bogor membongkar bisnis esek-esek itu.

Bahkan pemuda berinisial A itu mengaku telah menjual gadis belia itu kepada pria hidung belang setiap hari,

Pengakuan itu, ia ungkapkan saat jumpa pers kasus prostitusi online di Mako Polres Bogor, Rabu (20/4/2022).

"Udah berapa tamu yang udah datang ?" tanya Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra.

Baca juga: Kontrakan di Depok Diduga Sarang Prostitusi Digerebek, 12 Wanita dan 4 Pria Diangkut 

"Gak dihitung," jawab Tersangka A.

"Gak dihitung ?.Satu malem barapa tamu yang datang?" tanya Kompol Wisnu lagi.

Seorang pria berinisial A (22) alias Agus (kanan) dibekuk oleh Satreskrim Polres Bogor atas kasus pecabulan dan eksploitasi terhadap anak perempuan di bawah umur di wilayah Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.
Seorang pria berinisial A (22) alias Agus (kanan) dibekuk oleh Satreskrim Polres Bogor atas kasus pecabulan dan eksploitasi terhadap anak perempuan di bawah umur di wilayah Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

"Sehari satu, sehari satu," jawab Tersangka A.

Sebelum dijajakan via MiChat, korban disetubuhi terlebih dahulu oleh kedua pelaku di sebuah vila di kawasan Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

"Dari pengakuan tersangka dan juga korban, (eksploitasi) sudah berlangsung sejak Januari 2019," tambah Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan.

Tersangka pun diketahui berprofesi sebagai buruh dan menjajakan korbannya via aplikasi MiChat.

"Profesi tersangka buruh dan yang bersangkutan memperdagangkan anak dengan tarif Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu per sekali kencan," ungkap AKP Siswo DC Tarigan.

Awal Petaka

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved