Begini Kronologi Pembacokan Remaja di Bekasi Utara oleh OTK, Mirip Fenomena Klitih?

Remaja berinisial K (15) dibacok oleh OTK saat melintas di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (17/4/2022). Mirip klitih?

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi Klitih. Remaja berinisial K (15) dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (17/4/2022) dini hari lalu. 

Beruntung, teman-teman korban bernasib mujur sehingga tidak terjadi sesuatu yang mengerikan seperti dialami K.

"Jadi temennya (korban) itu sempet dikejar juga sama pelaku, adik saya kan ditinggalin, minta bantuan sama warga sekita dibawa ke rumah sakit," jelas dia.

Aufar mamastikan, tidak ada barang-barang milik adiknya yang dirampas kawanan pelaku. Motif pembacokan ini masih belum jelas, apakah awalnya berniat begal atau sekedar menyerang secara acak.

Ilustrasi garis polisi
Ilustrasi garis polisi (Tribunnews.com)

"Kalau barang enggak ada yang hilang, semua utuh, entah ada (motif) serangan geng atau ada dendam gitu," tuturnya.

Namun berdasarkan informasi dari teman-teman adiknya, K selama ini bergaul masih dalam taraf yang wajar.

Dia tidak pernah terlibat permasalahan serius oleh remaja sebayanya, K juga dikenal sebagai pribadi yang pandai bergaul.

"Kalau kata temen-temennya adik saya itu orangnya mudah bergaul, tapi kalau dari saya pribadi sih anaknya pendiem enggak mungkin begitu (terlibat permasalahan serius)," tegasnya.

Baca juga: Cari Pemotor Misterius yang Bacok Wanita di Ragunan, Polisi Terkendala CCTV Mati

Kasus pembacokan di Bekasi Utara ini mengingatkan dengan fenomena klitih yang marak terjadi di daerah Provinsi DI Yogyakarta.

Dikutip Tribunnews, klitih kini memiliki arti sebagai kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah remaja di Yogyakarta.

Tindakan kekerasan tersebut berupaya penyerangan terhadap masyarakat tanpa alasan yang jelas, aksi ini diduga sebagai sarana perekrutan anggota geng.

Geng ini mengharuskan calon anggotanya melakukan ‘klitih’ atau kekerasan terhadap orang-orang di jalan dengan cara membacok, memukul, atau menusuk target yang bisa berakibat kematian.

Sebenarnya, klitih tidak terjadi satu atau dua kali saja tetapi sudah beberapa kali di DI Yogyakarta.

Contohnya pada Januari 2020 juga pernah terjadi kejadian serupa yang menimpa seorang pelajar berinisial FNR (16) dan berakibat dirinya meninggal dunia.

FNR diketahui mengalami klitih di daerah Selopamioro, Imogiri, Bantul. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong.

Selang sebulan yaitu Februari 2020, klitih juga dialami oleh dua pemuda di Kulon Progo, Yogyakarta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved