Begini Kronologi Pembacokan Remaja di Bekasi Utara oleh OTK, Mirip Fenomena Klitih?
Remaja berinisial K (15) dibacok oleh OTK saat melintas di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (17/4/2022). Mirip klitih?
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Satu korban klitih tersebut mengalami luka parah pada bagian lengan akibat sabetan senjata tajam dari pelaku.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Nanggulan, AKP Darsono.
“Kejadian ini hanya ada satu korban yang terluka, dia terkena sabetan senjata tajam di lengannya.”
“Yang satu terkena sabetan Gasper pelaku, jadi tidak terluka,” terangnya.
Klitih pun kembali terjadi di bulan yang sama dan menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial EC (40) asal Bantul.
Penyerangan tersebut terjadi di Jalan Brangasan, Dusun Brangasan, Trihanggo, Gamping, Sleman pada 1 Februari 2020 dini hari.
Korban yang berasal dari Bangunjiwo, Bantul tersebut bermula saat EC tengah mengantarkan penumpangnya lewat jalan Kabupaten.
Saat melintas, EC berpapasan dengan pelaku yang mengendarai sepeda motor. Mereka mengayunkan benda yang diperkirakan senjata tajam.
Akibatnya, senjata itu mengenai wajah EC dan menyebabkan luka di bagian mulutnya.
Peristiwa ini pun akhirnya menyebabkan kemunculan tagar pada saat itu di Twitter yaitu #DIYdaruratklitih.
Polisi Sebut Bukan Ulah Begal Atau Gengster
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Ivan Adhitira mengatakan, kasus pembacokan di Bekasi Utara bukan termasuk begal atau ulah gengster.
"Masih dilidik dulu, itu bukan begal bukan gengster. OTK-lah (orang tidak dikenal), nanti kalau ditemui tersangkanya baru kita ekspos," kata Ivan kepada wartawan.
Sejauh ini, proses penyelidikan dilakukan dengan memeriksa keterangan saksi-saksi serta menelusuri keberadaan CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Kita lagi cari pelakunya siapa, cari kemungkinan adanya CCTV di sekitar sana, kita masih lihat simbol perkaranya dulu," ujar dia.