Hepatitis Akut di Jabodetabek

Hepatitis Misterius Merebak di Jakarta, Anies Dkk Didesak Lakukan Pencegahan & Sosialisasi Masif

"Ini mengkhawatirkan dunia kesehatan sekaligus pendidikan, terlebih hari ini sudah diawalinya pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh DKI,"

Tribun Bali
Ilustrasi hepatitis akut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi E dari Fraksi PKS Solikhah mendesak Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubenur Anies Baswedan untuk serius melakukan pencegahan dan sosialisasi secara masif atas meningkatnya kasus Hepatitis akut misterius di ibu kota.

Solikhah menyebut perlunya keseriusan Pemprov DKI Jakarta khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk melakukan pencegahan dan sosialisasi secara masif keseluruh sekolah-sekolah.

Tujuannya guna memutus penyebaran virus tersebut.

"Ini mengkhawatirkan dunia kesehatan sekaligus pendidikan, terlebih hari ini sudah diawalinya pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh DKI," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Politisi PKS ini pun mengingatkan, agar disetiap institusi pendidikan untuk mengacu pada SKB 4 Menteri tentang PTM yang telah diterbitkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 01/KB/2022, Nomor 408 Tahun 2022, Nomor HK.01.08/MENKES/1140/2022, Nomor 420-1026 Tahun 2022 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Baca juga: Hepatitis Akut Misterius Makin Merebak di Jakarta, Pemprov DKI Pertimbangkan Hentikan PTM

Baca juga: Kasus Hepatitis Akut Misterius di Jakarta Melonjak jadi 21, Sebagian Besar Usia di Bawah 16 Tahun

"Jika ini dilakukan dengan baik, maka pencegahan virus covid atau virus lainnya, InsyaAllah akan bisa diminimalisir dan kita tidak akan kembali ke masa-masa kelam pandemi beberapa waktu lalu," sambungnya.

Rencananya dalam waktu dekat Komisi E DPRD DKI bakal meminta penjelasan secara langsung dari Dinas Kesehatan tentang kesiapan seriusnya dalam pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran hepatitis akut misterius ini.

Melonjak jadi 21 Kasus, Tiga Anak Di Antaraya Meninggal Dunia

Ilustrasi pasien hepatitis akut misterius
Ilustrasi pasien hepatitis akut misterius (ist/kompas.com)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, mengumumkan terjadinya kenaikan temuan kasus hepatitis akut misterius di ibu kota dari 3 menjadi 21 kasus dalam dua pekan terakhir.

Sebanyak 14 dari 21 penderita hepatitis misterius tersebut berusia di bawah 16 tahun alias anak di bawah umur.

"Dari 21 kasus, 14 orang (termasuk 3 yang meninggal) berusia kurang dari 16 tahun," ujarnya melalui layanan pesan singkat seperti dikutip TribunJakarta.com, Kamis (12/5/2022).

Adapun tujuh kasus lainnya berusia di atas 16 tahun dan tidak masuk kriteria kewaspadaan hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya sebagaimana data WHO.

"14 orang yang berusia kurang dari 16 tahun, semua masih dalam proses penyelesaian pemeriksaan hepatitis (belum semua lengkap jenis pemeriksaan Hepatitis A-E) sehingga semua kasus masih berstatus 'pending clasification'," lanjutnya.

Baca juga: Waspada, Kasus Covid-19 di DKI Mulai Alami Tren Peningkatan Usai Libur Lebaran

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved