Lebaran 2022

Diamankan di Teluk Jakarta, Ini Penampakan Kapal yang Dipakai Mafia Solar Pati Timbun BBM Bersubsidi

Kapal tanker Permata Nusantara V itu diamankan di perairan Teluk Jakarta dan saat ini masih disita untuk kepentingan penyidikan kepolisian.

Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com
Kapal tangker Permata Nusantara V yang diamankan Bareskrim terkait kasus penyalahgunaan BBM jenis solar. Kapal saat ini dijangkarkan di Teluk Jakarta. 

"Awal mulanya kapal ada di dermaga di Tanjung Mas. Namun demikian, pada saat kita mau cek, ternyata sudah berjalan ke Tanjung Priok," ucap Rismanto.

Menurut Rismanto, kapal ini membawa sebanyak 499.000 liter solar ketika diamankan di Teluk Jakarta.

Kapal tangker Permata Nusantara V diamankan Bareskrim.
Kapal tangker Permata Nusantara V diamankan Bareskrim terkait kasus penyalahgunaan BBM jenis solar. Kapal saat ini dijangkarkan di Teluk Jaka

Diduga kuat BBM solar dalam kapal ini disuplai PT Aldi Perkasa Energi.

Perusahaan tersebut diduga menampung BBM bersubsidi dari daratan untuk ditimbun di kapal tersebut.

"Diduga kuat berdasarkan keterangan dan dokumen-dokumen yang ada ternyata mereka mensuplai ke kapal ini," jelas Rismanto.

"Makanya di sini dari 499.000 liter itu yang mana dari perusahaan ini, perusahaan ini yang kami cek lagi," sambungnya.

Kasus Terbesar Selama 2022

Diberitakan sebelumnya dengan melansir dari Tribun Pantura, pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM solar bersubsidi ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang 2022.

Di Pati sendiri, polisi mulai mengungkap kasus ini pada 18 Mei 2022 lalu.

Para pelaku tertangkap di tiga TKP berbeda.

TKP pertama yakni di Gudang Jalan Pati-Gembong, Kelurahan Muktiharjo, Kecamatan Margorejo.

TKP kedua di Gudang Jalan Juwana-Pucakwangi, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan.

Kemudian TKP ketiga ialah di Jalan Juwana-Pucakwangi, Desa Dukuhmulyo, di mana polisi membekuk mobil modifikasi yang digunakan untuk mengangkut solar bersubsidi.

Kapal berbendera Malaysia yang ditangkap aparat Polair karena melakukan pencurian ikan di Selat Malaka.
Kapal berbendera Malaysia yang ditangkap aparat Polair karena melakukan pencurian ikan di Selat Malaka. (Dok. Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri)

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebut, ada dua perusahaan yang terlibat kasus ini, yakni PT Razka Pradipta Energi dan PT Aldi Perkasa Energi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved