Formula E

Ubah Aturan, Pemprov DKI Izinkan Pameran Mobil Replika Formula E Saat Car Free Day

Pemprov DKI Jakarta mengubah aturan soal keikutsertaan partisipan saat Car Free Day (CFD). Mobil replika Formula E boleh dipamerkan.

Tribunnews/Gheovano Alfiqi
Replika mobil balap Formula E dipamerkan di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (26/5/2022). Pemprov DKI Jakarta mengubah aturan soal keikutsertaan partisipan saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). 

Oleh sebab itu, Ketua Komite Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni menyebut Formula E berbeda dengan Formula 1.

"Gak ada tes lintasan, beda dengan Formula 1, ada waktu dari Kamis, Jumat, Sabtu qualified. Nah ini waktunya seharian cuma beda 4 jam dia langsung balapan. Dia udah latih di simulator," terangnya.

Spesifikasi Mobil Balap Formula E

Dilansir dari Kompas.com, Formula E menggunakan mobil balap bertenaga listrik dengan spesifikasi yang mengagumkan. Sebab, mobil ini tak hanya kencang, tapi juga ramah lingkungan.

Mobil balap bertenaga listrik Formula E diciptakan dengan mengedepankan efisiensi tenaga. Berbeda dengan mobil balap Formula 1 (F1) yang dibuat sekencang-kencangnya sesuai dengan regulasi.

Ajang balap Formula E mulai diperkenalkan pada 2014 di Beijing, China. Sejak musim 2018-2019, Formula E sudah menggunakan mobil generasi kedua atau disebut Gen2.

Ilustrasi Formula E
Ilustrasi Formula E (Istimewa Via Tribunnews.com)

Mobil ini memiliki panjang 5.160 mm, lebar 1.770 mm, dan tinggi 1.050 mm, serta jarak sumbu roda 3.100 mm. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 52 kWh.

Tenaga maksimal yang dapat digunakan oleh masing-masing mobil adalah 250 kW (335 tk). Tenaga disalurkan ke roda belakang lewat transmisi yang spesifikasinya hanya diketahui oleh tiap pabrikan.

Mobil balap Formula E memiliki kemampuan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu 2,8 detik. Sedangkan top speed yang dapat dicapai, bisa tembus hingga 280 km/jam.

Regulasi menentukan bahwa tiap mobil memiliki berat minimum 903 kg. Berat tersebut sudah termasuk pebalap dan baterai seberat 385 kg yang ditempatkan di belakang pebalap.

Mobil balap Formula E juga menerapkan sistem pengereman regeneratif. Sistem ini memanfaatkan energi kinetik dari putaran roda, lalu diubah ke energi listrik yang akan dikembalikan lagi ke baterai.

Sistem tersebut dapat diatur secara manual oleh pebalap menggunakan tuas yang ada di belakang setir.

Formula E menggunakan pemasok ban tunggal dari Michelin, dengan tipe Pilot Sport. Ban depan memiliki lebar 245 mm dan ban belakang lebarnya 305 mm, dengan diameter pelek 18 inci.

Ban tersebut didesain khusus dan dapat digunakan pada kondisi trek kering maupun basah. Berbeda dengan F1 yang memiliki tipe ban yang berbeda, yakni kering dan basah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved