Tak Cuma Kasus Terorisme, Abdul Qadir Baraja Pimpinan Khilafatul Muslimin Juga Pernah Langgar PPKM
Catatan kasus pemimpin tertinggi organisasi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja rupanya tak hanya pernah terlibat di kasus terorisme saja.
Sosok Abdul Qadir Baraja
Baca juga: Sosok Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja, Pernah Dibui Aksi Bom Candi Borobudur
Mengutip TribunnewsSultra, Abdul Qadir Baraja lahir di Taliwang, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10 Agustus 1944.
Ia mendirikan organisasi keagamaan Indonesia yang mengusung ideologi khilafah yakni Khilafatul Muslimin pada 1997 silam.
Abdul Qadir Baraja sudah pernah terlibat kasus terorisme sejak 43 tahun silam.

Ia pernah dipenjara dua kali akibat kasus tersebut.
"Pimpinannya Abdul Qadir Baraja adalah eks napiter, dipenjara dua kali.
Dalam penyelidikan kami, pimpinan khilafatul muslimin dalam pernyataan terdapat kontradiksi," ujar Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengky Haryadi.
Organisasi tersebut juga dinilai menyebarkan berita bohong hingga menimbulkan keonaran.
"Sehingga menimbulkan keonaran di masyarakat umum dan masyarakat muslim," mengutip Kompas TV.
Sudah 43 tahun lalu terlibat terorisme
Baca juga: Ditangkap di Lampung, Pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja Ditahan di Polda Metro Jaya
Penangkapan pertama Abdul Qadir Baraja terjadi pada tahun 1979 terkait teror Warman.
Saat itu, Abdul Qadir dipenjara selama tiga tahun.
Sedangkan kasus hukum keduanya pada tahun 1985 terkait aksi pengeboman di Jawa Timur dan Candi Borobudur, Magelang, Jateng.
Dalam kasus kedua ini, Abdul Qadir ditahan selama 13 tahun.

Tak berhenti di situ, Abdul Qadir Hasan Baraja juga ditahan oleh Polda Lampung atas kasus pelanggaran protokol kesehatan pada tahun 2021 lalu.
Sementara itu, meski organisasi Khilafatul Muslimin membantah kegiatan mereka bertentangan dengan Pancasila, penyelidikkan polisi menunjukkan hal berbeda.