Cerita Kriminal

Tubuh Bayi Mungil Itu Memar Dianiaya Ibu, Jasadnya Hendak Dikuburkan Setelah 3 Hari Liburan di Yogya

Bayi mungil itu dianiaya ibu kandungnya, Eka sampai meninggal dunia. Eka mengaku akan mengubur jasad anaknya setelah pulang dari Yogyakarta.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Malangnya nasib bayi mungil di Surabaya jadi korban penganiayaan ibu kandungnya sendiri, Eka. Tak langsung dikuburkan, Eka menyimpan jasad bayinya untuk dimakamkan setelah pulang berlibur. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tubuh bayi mungil berusia lima bulan berinisial ADO itu memar lantaran kerap mendapatkan penganiayaan dari ibu kandungnya, Eka Sari Yuni (26).

Tak sekali ADO mendapatkan penganiayaan dari sang ibu, tapi beberapa kali.

Tubuh ADO bahkan tak kuat lagi menahan sakit dianiaya ibu hingga akhirnya meninggal dunia pada, Selasa (21/6/2022).

Namun mirisnya lagi, Eka malah membiarkan jasad bayinya terlentang di atas mengenakan kaus kutang dan popok berhari-hari di rumahnya di Jalan Siwalankerto Tengah, No 121, RT 7 RW 2, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya.

Kepada polisi, Eka mengaku hendak menguburkan jasad bayinya sepulang berlibur ke Yogyakarta menghadiri acara di kantor suaminya, RI sejak Jumat (24/6/2022) hingga Minggu (26/6/2022).

Baca juga: Jasad Bayi Dibiarkan Orangtuanya Sampai Menghitam, Ditemukan Warga Pakai Kaus Kutang dan Popok

Padahal, ADO sudah tak bernyawa sejak Selasa atau dua hari sebelum Eka dan RI pergi ke Yogyakarta.

Jasad ADO kemudian ditinggalkan di rumah bersama ibunda Eka alias nenek korban bernama Eti.

Eti terpaksa bungkam terkait nasib miris yang menimpa cucunya lantaran mendapatkan ancaman pembunuhan dari Eka.

Jasad bayi tak berdosa ditemukan di sebuah rumah Jalan Siwalankerto Tengah, No 121, RT 7 RW 2, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Sabtu (25/6/2022) malam. Korban sudah mulai menghitam lantaran sudah meninggal sejak 3 hari sebelumnya.
Jasad bayi mungil ditemukan di sebuah rumah Jalan Siwalankerto Tengah, No 121, RT 7 RW 2, Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Sabtu (25/6/2022) malam. Korban sudah mulai menghitam lantaran sudah meninggal sejak 5 hari sebelumnya. (TribunJatim)

Namun, Eti akhirnya membongkar kebusukan anaknya lantaran tak tahan lagi mencium bau busuk dari jasad korban.

Eti mengabarkan kepada tetangga bahwa cucunya telah meninggal dunia, warga kemudian meneruskan kepada pihak kepolisian.

Apa salah bayi tak berdosa tersebut hingga membuat Eka tega meluapkan emosi kepada darah dagingnya itu?

Dikutip dari TribunJatim.com, Kapolsek Wonocolo Polrestabes Surabaya, Kompol Roycke Hendrik Fransisco mengungkapkan Eti mengetahui cucunya tak bernyawa saat hendak memberikan susu.

Eka kemudian mengancam ibu kandungnya untuk tak membocorkan soal kejadian yang menimpa ADO.

"Saya takut sama Eka, (mau) dibunuh. Eka sudah ngancam saya, 'mbak eti ojo ngomong disek. Meneng. Ngenteni aku sampai muleh'. (Anda diancam dibunuh) iya. Ya saya di dalam (rumah) terus enggak keluar," ungkap Eti di kediamannya, Minggu (26/6/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved