Cerita Kriminal

Bocah di Bima Dikira Akhiri Hidup, Posisi Tali dan Kaki Korban Buat Polisi Curiga: Tak Bisa Dikecoh

Pura-pura bangun tidur lalu teriak temukan jasad adik tirinya, akting pemuda di Bima ini tak bisa kibuli polisi.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
Istimewa
Olah TKP dilakukan Polres Bima dalam kasus kematian bocah 11 tahun di Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pemuda berinisial HR (22) di Desa Teke, Kecamatan Palibelo Bima seketika berteriak hingga mencuri perhatian tetangga sekitarnya.

Penyebab HR berteriak karena melihat adik iparnya, bocah 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar tergantung di kolong rumahnya dalam keadaan meninggal dunia.

Namun siapa sangka, HR hanya pura-pura saja menemukan jasad adik iparnya tersebut di kolong rumah.

Pasalnya, di balik kematian bocah malang yang terlihat bak bunuh diri itu adalah akibat dari perbuatan keji HR.

Baca juga: Mayat Pria Dalam Karung di Kali Pesanggrahan Ternyata Korban Pembunuhan

Mulanya memang, warga mengira korban meninggal dunia karena bunuh diri lantaran ditemukan dalam kondisi bergelantungan dengan tali di leher.

Karena kejadian sangat mendadak, warga langsung membawa jasad korban ke puskesmas untuk divisum.

Warga sebelumnya sempat heran, lantaran korban sebelum meninggal masih terlihat menjalani aktivitas seperti biasa, bermain dan bercanda bareng temannya.

Olah TKP dilakukan Polres Bima dalam kasus kematian bocah 11 tahun di Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.
Olah TKP dilakukan Polres Bima dalam kasus kematian bocah 11 tahun di Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. (Istimewa)

Fakta ini juga yang akhirnya membuat polisi mencurigai penyebab kematian korban bukan karena bunuh diri tapi dibunuh seseorang.

Ya, seseorang tersebut adalah HR yang kejahatannya akhirnya terungkap 2 pekan setelah jasad korban ditemukan.

Emosi tak dipinjami duit

HR kini sudah ditangkap polisi lantaran membunuh bocah kelas 3 SD tersebut.

Pemuda tersebut juga sudah mengakui melakukan pembunuhan kepada adik iparnya gara-gara masalah sepele yakni pinjam duit.

Emosi HR tak bisa dibendung setelah adik iparnya itu tak memberikannya pinjaman uang.

Hingga akhirnya pembunuhan itu terjadi tepatnya pada Rabu (15/6/2022) sekira pukul 07:00 Wita.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved