Reaksi Wagub Ariza Belasan Sapi Kurban di Pasar Rebo Terpapar PMK Jelang Iduladha
Jelang Iduladha, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengupayakan seluruh hewan kurban sudah melalui proses karantina untuk mencegah PMK.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Jelang Iduladha, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terus mengupayakan seluruh hewan kurban yang masuk ibu kota sudah melalui proses karantina.
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.
"Jadi memang kami sudah mengupayakan berbagai cara dan memastikan semua sapi-sapi yang masuk Jakarta harus dikarantina dan melalui proses sebagainya agar tidak terjangkit PMK," ucapnya di Balai Kota, Rabu (29/6/2022) malam.
Walau demikian, Ariza mengakui pihaknya bisa saja kecolongan satu atau dua sapi kurban terpapar PMK yang masuk Jakarta.
Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengawasan terhadap hewan kurban yang ada di ibu kota akan dilakukan Pemprov DKI atau dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP).
Baca juga: Wabah PMK Bikin Jumlah Penjual Hewan Kurban di pasar Rebo Jakarta Timur Berkurang
"Kami siapkan vaksin manti kalau memang ditemukan ada satu dua yang terkena atau tertular PMK. Nanti akan kami tangani," ujarnya.
Sebelumnya, Satpel Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mendapati hewan kurban terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK).
Penyuluh Peternakan Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Suneb Sacapraja mengatakan indikasi PMK pada sapi ditemukan di satu tempat penjualan Jalan Raya Condet, Kelurahan Gedong.

"Di sini jumlah sapi sekitar 52, menurut pengamatan dari teman di Sudin KPKP ada sekitar 12 yang terindikasi PMK," kata Suneb di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (27/6/2022).
Lantaran terindikasi PMK, 12 ekor sapi tersebut kini sudah dipisahkan dengan hewan lainnya guna mencegah penularan pada seluruh hewan kurban di tempat penjualan.
Belum diketahui pasti asal penularan PMK pada tempat penjualan hewan kurban tersebut, namun penanganan medis awal terhadap 12 ekor sapi tersebut sudah dilakukan.
"Artinya nanti kita monitoring secara intensif, mudah-mudahan bukan itu (PMK). Makannya pedagang itu harus memiliki kandang karantina. begitu terindikasi dipisahkan," ujarnya.
Baca juga: Sidak ke Tempat Penjualan Hewan Kurban di Cijantung, Petugas Temukan Puluhan Hewan yang Sakit
Suneb menuturkan secara kasatmata hewan yang terindikasi PMK liur berlebih, teracak (belahan) kaki luka dan dirubung lalat terus menerus, bagian dalam mulut terdapat bintik-bintik merah.
Kemudian bagian sekitar mulut merah, mulut melepuh, kemudian sapi lemas dan sulit berdiri karena luka pada bagian teracak membuat sapi kesakitan, serta nafsu makan berkurang.