Kualitas Udara di Jakarta Sempat Jadi yang Terburuk, Anies Baswedan: Udara dan Angin Tidak Punya KTP

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali buka suara perihal kualitas udara ibu kota yang disoroti karena sempat menjadi yang terburuk di dunia.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan udara dan angin tidak memiliki KTP alias tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah, Minggu (10/7/2022), di Jakarta International Stadium. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali buka suara perihal kualitas udara ibu kota yang disoroti karena sempat menjadi yang terburuk di dunia.

Anies mengatakan udara dan angin tidak memiliki KTP alias tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah.

Hal tersebut diungkapkannya berdasarkan temuan Pemprov DKI Jakarta bahwa polusi udara pada beberapa kali akhir pekan cenderung tinggi meskipun mobilitas penduduk rendah.

"Kita menemukan beberapa weekend sebelumnya juga ada kondisi di mana tingkat polusi tinggi, sementara kegiatan mobilitas penduduk sedang rendah," kata Anies di Jakarta International Stadium, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/7/2022).

"Ini menggambarkan bahwa kondisi udara di sebuah wilayah tidak terlepas dari wilayah-wilayah yang lain. Karena udara, angin, tidak memiliki KTP yang hanya tinggal di tempat tertentu," ucapnya.

Baca juga: Kualitas Udara Buruk Jakarta Terus Disorot, Penanganan Jangan Hanya Fokus ke Asap Kendaraan

Anies menilai, polusi di Jakarta tak terlepas dari kondisi udara di wilayah-wilayah lain sekitar ibu kota.

Anies menganggap ada pergerakan udara dan angin yang begitu luas sehingga masalah polusi harus menjadi tanggung jawab semua orang.

Ilustrasi polusi udara di Jakarta - Polusi udara terlihat di langit Ibu Kota Jakarta, Selasa (8/6/2021). Melalui platform pengukur kualitas udara Iqair.com yang merilis kualitas udara, Jakarta masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan menempati urutan ke 4.
Ilustrasi polusi udara di Jakarta - Polusi udara terlihat di langit Ibu Kota Jakarta, Selasa (8/6/2021). Melalui platform pengukur kualitas udara Iqair.com yang merilis kualitas udara, Jakarta masuk 10 besar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan menempati urutan ke 4. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

"Nah, kami ingin agar semua ambil tanggung jawab karena kemudian konsekuensi dari udara yang tidak sehat itu dirasakan oleh semua, termasuk kami yang di Jakarta," katanya.

Meski tak menyebutkan wilayah-wilayah mana saja yang dampak pencemaran udaranya sampai ke Jakarta, Anies mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas.

Salah satunya, lanjut Anies, dengan mencabut izin perusahaan-perusahaan yang kedapatan mencemari udara.

Ia lantas meminta pihak terkait di luar Jakarta juga bisa melakukan langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang masih menimbulkan polusi udara besar-besaran.

Baca juga: Ajak Kerja Sama Tangerang dan Bekasi, Jurus Anies Baswedan Tangani Polusi Udara dan Iklim di Jakarta

"Kami minta kepada semua industri di sekitar Jakarta, di luar Jakarta yang dampak dari polusinya itu sampai ke kota ini lakukan tindakan yang sama," kata sang gubernur.

Anies meminta tidak ada saling tuding soal masalah kualitas udara buruk di DKI Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved