Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
WhatsApp Sudah Bisa Digunakan, Ayah Brigadir J Ungkap Pesan yang Diduga Dihapus Peretas
Akhirnya WA kembali bisa digunakan, Samuel Hutabarat membeberkan pesan-pesan di WhatsApp-nya yang diduga sudah dihapus oleh peretas.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Walaupun sudah dibuka kembali, pihak keluarga Brigadir J masih khawatir menggunakan WhatsApp.
"Walaupun sudah bisa digunakan, kami takut untuk memakai WA kembali," ujar Samuel Hutabarat.
Baca juga: 4 Tahun Brigadir J Dipercaya Jadi Ajudan Irjen Sambo, Ternyata Orangtuanya Berprofesi Mulia
Diketahui, Brigadir J meninggal dunia setelah baku tembak dengan Bharada E.
Polisi menyebut awal mula kasusnya ketika Brigadir J melakukan pelecehan seksual kepada istri Irjen Sambo.
Sekilas dengan sosok Brigadir J, ia dibesarkan keluarga di esa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.

Brigadir J lahir dari orangtua yang berprofesi mulia bernama Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.
Rosti Simanjuntak berprofesi sebagai guru, sementara Samuel Hutarabat sebagai petani.
Pada tahun 2012, Brigadir J mengikuti tes polisi di SPN Polda Jambi tahun 2012, hingga menjadi anggota Brimob.
Selanjutnya, Brigadir J bertugas di Sarolangun, Jambi, kemudian ditugaskan di Papua selama beberapa tahun.
Sudah 4 tahun jadi ajudan Irjem Sambo
Pada ahun 2019, Brigadir J bertugas di Mabes Polri sebagai ajudan Kadiv Propam Polri dan istrinya.
Dijelaskan Rohani Simanjuntak, keponakannya itu bekerja dengan sangat baik hingga dipercaya menjadi ajudan Kadiv Propam Polri.
"Dilihat Yosua (Brigadir J) bagus sehingga Pak Ferdy Sambo, Kadiv Propam, menarik Yosua jadi ajudan," tutur Rohani Simanjuntak dikutip dari Kompas.com.
Samuel Hutabarat mengatakan, sang putra merupakan sniper dan biasa ditugaskan ke daerah rawan.
Baca juga: Ingin Lihat Anak Saya Terakhir Kali Jerit Ibunda Brigadir J Minta Polisi Buka Peti Jenazah Anaknya
Keluarga sebut penuh kejanggalan