Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

WhatsApp Sudah Bisa Digunakan, Ayah Brigadir J Ungkap Pesan yang Diduga Dihapus Peretas

Akhirnya WA kembali bisa digunakan, Samuel Hutabarat membeberkan pesan-pesan di WhatsApp-nya yang diduga sudah dihapus oleh peretas.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Kolase Tribunnews.com
Samuel Hutabarat mengaku WhatsApp-nya sudah bisa digunakan, tapi ada sederet kejanggalan yakni pesan-pesannya terhapus. 

Keluarga menilai kematian Brigadir J di rumah dinas Irjen Sambo penuh kejanggalan.

Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Brigadir J ditembak mati rekannya sendiri Bharada E karena diduga melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di dekat kamar.

Rumah dinas Irjen Sambo tempat penembakan hingga hilangnya nyawa Brigadir J.
Rumah dinas Irjen Sambo tempat penembakan hingga hilangnya nyawa Brigadir J. (TribunJakarta/Annas Furqon Hakim)

Samuel Hutabarat disampaikan polisi bahwa anaknya menambak secara membabi buta.

Namun hal itu mengganjal di pikiran Samuel Hutabarat. Bagaimana bisa Bharada E lolos dari tembakan tersebut.

"Kalau anak saya yang menembak secara membabi buta, terus kondisi yang ditembak gimana, katanya lagi diperiksa di sana,"

"Nah, logikanya kalau jarak 3 meter tidak mungkin tidak kena kalau terjadi baku tembak," ucapnya.

Di sisi lain, Samuel Hutabarat ingin polisi membuka CCTV di tempat kejadian perkara.

Pikirnya, mana mungkin rumah dinas perwira tinggi tak memiliki CCTV.

"Itu kan rumah perwira tinggi, ya tolong diperlihatkan CCTV-nya," ujarnya.

Namun polisi sudah memberikan pernyataan, CCTV di rumah Irjen Sambo itu tak berfungsi sejak dua minggu sebelumnya.

Lebih lanjut, Samuel Hutabarat menyebut masih bisa berkomunikasi dengan sang putra beberapa jam sebelum insiden terjadi.

Saat itu, orangtua dan adik Brigadir J sedang pulang ke kampung halaman di Balige, Sumatera Utara untuk ziarah.

Brigadir J juga aktif memberikan komentar pada setiap foto yang di posting sang adik, pasalnya ia tak bisa ikut lantaran sedang mendampingi keluarga perwira tinggi ke Magelang.

Setelah itu, Brigadir J juga masih memberikan kabar sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.

Kemudian, mereka menghubungi Brigadir J untuk memastikan apakah sudah tiba di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved