Kacamata: Antara Fungsi dan Kosmetik dalam Tujuan Optometri
Kacamata merupakan alat bantu bagi mereka yang mengalami kelainan tajam penglihatan dan kelainan akomodasi.
Kita tentu mengenal sosok Afgan, salah satu pesohor tanah air, yang tetap tampil menawan dengan berkacamata sekaligus mendapatkan fungsi dari pemakaian kacamata itu sendiri.
Kacamata berfungsi untuk membantu mengoreksi kelainan tajam penglihatan, selain itu juga dapat melindungi pemakainya dari sinar berbahaya bagi mata, debu, dan benda asing lainnya.
Pemilihan lensa yang baik tidak dapat begitu saja dikesampingkan, karena lensa inilah yang akan membantu memberikan bayangan yang jelas di retina saat kacamata digunakan.
Saat ini, pilihan lensapun beragam, banyak produk lensa yang dapat ditemui, baik di optikal maupun marketplace dengan berbagai varian harga.
Dengan banyaknya pilihan, membuat pemakai kesulitan dalam memilih lensa yang akan digunakan, sehingga pada akhirnya sebagian berpikir untuk apa membeli yang mahal toh yang ekonomis saja bisa digunakan untuk membaca.
Namun seyogyanya pertimbangan dalam pemilihan lensa sebaiknya bukan hanya dilihat dari harga, karena kualitas dan unjuk kerja dari lensalah yang harusnya dicermati, serta menjadi pertimbangan utama, terlebih jika ukuran tajam penglihatan yang akan dikoreksi tinggi atau kompleks.
Hal ini tidak berarti yang ekonomis tidak bagus, namun kebutuhan mata setiap orang berbeda, demikian pula dengan gaya hidup, serta bingkai kacamata yang digunakan juga berbeda.
Untuk itu, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan saat menentukan pilihan lensa:
1. Proses pemeriksaan tajam penglihatan hingga didapat analisis refraksi yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pemakai.
Pemeriksaan tajam penglihatan haruslah yang ternyaman untuk pasien karena nantinya resep ini yang akan diproses sebagai lensa dan digunakan pada aktivitas sehari-hari pemakai.
2. Proses penyetelan (fitting) kacamata, termasuk penentuan dari pusat pupil pemakai dan tinggi pupil pemakai.
3. Lensa yang berkualitas baik dari segi materi, unjuk kerja (performa) juga dari segi pelapisannya.
Ketiga hal inilah yang ikut membuat lensa nyaman digunakan untuk mendukung kegiatan, seperti belajar dan bekerja.
Kenyamanan ini didukung juga dengan pemilihan frame yang nyaman, ringan, dan tidak menimbulkan alergi, serta menambah nilai kosmetik bagi pemakainya.
Jika seluruh unsur ini tidak terpenuhi maka kemungkinan pemakai akan malas menggunakan bahkan berhenti menggunakan kacamatanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Studi-Optometri-Ukrida.jpg)