Pagar Tribun JIS Roboh

Pagar Tribun JIS Roboh, Gembong PDIP Minta Ada Audit Anggaran Rp 4,5 Triliun secara Transparan

Gembong menilai realisasi atas besarnya anggaran proyek Jakarta International Stadium ini tidak sebanding dengan hasil pembangunan yang ada.

Kolase TribunJakarta/AFP (Adek Berry)/net
Ilustrasi - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meminta adanya audit atas proyek Jakarta International Stadium (JIS) senilai Rp 4,5 triliun menyusul adanya kejadian pagar tribun penonton di JIS roboh pada saat ggrand launching JIS, Minggu (24/7/2022) lalu. 

Padahal, pagar penonton dibuat sedemikian rupa demi keselamatan bersama sesuai dengan standar stadion kelas internasional.

"Fungsi pagar pembatas ini adalah untuk memastikan penonton agar tetap berada di tribun dan tidak memasuki lapangan, karena hal tersebut tidak diperbolehkan," ujarnya.

Tokoh senior The Jakmania, Bung Ferry Indrasjarief membungkam pihak yang selama ini menuding dibangunnya Jakarta International Stadium (JIS) hanya untuk pencitraan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Tokoh senior The Jakmania, Bung Ferry Indrasjarief membungkam pihak yang selama ini menuding dibangunnya Jakarta International Stadium (JIS) hanya untuk pencitraan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Instagram Bung Ferry Indrasjarief)

Selain itu, jarak FOP dengan penonton juga sangat dekat, kurang lebih sekira 10 meter sehingga pagar pembatas diperlukan untuk mengamankan area tribun dan lapangan.

"Penggunaan dan penerapan horizontal barrier ini pun merupakan salah satu kriteria dari Basic Design, hasil usulan dari konsultan perencana Buro Happold dan telah disetujui di TABG-AP (Tim ahli bangunan gedung bidang arsitektur  dan perkotaan)," kata Nadia.

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, peristiwa ini terjadi jelang laga persahabatan antara Persija melawan Chonburi FC.

Saat itu, seluruh tribun Tier 1 terpenuhi bahkan melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Dari kamera pemantau juga terlihat beberapa penonton yang menaiki horizontal barrier untuk memasang spanduk maupun duduk di atasnya.

Aksi para suporter ini pun menyebabkan beban tarik tambahan lantaran horizontal barrier tidak didesain sebagai tempat untuk berpijak / dinaiki / diduduki.

"Hal ini menyebabkan horizontal barrier beserta pagar pembatas penonton pada sisi utara roboh," tuturnya.

Selain itu, penumpukan penonton dalam satu lokasi yang tidak sesuai kapasitasnya mengakibatkan tidak berjalannya prosedur yang sudah direncanakan, sehingga perilaku penonton tidak terkendali dan mengakibatkan tindakan yang diluar kontrol petugas di lapangan. 

Baca juga: Bela Anies Dikritik Sibuk Pamer JIS Ketimbang Urus Banjir, Wagub Ariza: Jakarta Makin Berprestasi

Nadia menyebut, insiden tersebut bakal menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, baik itu Jakpro, Jakmania, Pemprov DKI, Persija, dan skema ticketing oleh Jaklingko. 

"Menjaga stadion dengan keteladanan memang membutuhkan upaya dan usaha
yang cukup tinggi, namun dengan kerjasama untuk saling mengingatkan dari seluruh pihak ini sangat mungkin diterapkan," ucapnya.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan arahan Gubernur Anies Baswedan untuk membiasakan diri menjadi penonton dan suporter teladan di mana pun berada.

"Apalagi di stadion kesayangan yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk warga agar dapat digunakan sepanjang waktu dan sepanjang musim.” ujarnya.

Baca juga: Citayam Fashion Week Terus Bikin Kerumunan, Pemprov DKI Bakal Lakukan Swab Massal Covid-19

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved