Dua Warga Terjangkit DBD, Permukiman Warga Pisangan Baru Langsung Di-fogging
Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa yang gigitannya jadi pemicu warga terpapar DBD, sehingga jumlah yang terpapar tidak berta
Penulis: Bima Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Puskesmas Kecamatan Matraman, Jakarta Timur melakukan fogging atau penyemprotan insektisida di permukiman warga RW 04, Kelurahan Pisangan Baru.
Camat Matraman Bambang Pangestu mengatakan fogging pada Rabu (27/7/2022) dilakukan setelah ditemukan dua warganya terjangkit demam berdarah dengeu (DBD).
"Ada dua kasus positif hasil PE (penyelidikan epidemiologi). Keduanya dirawat di RS," kata Bambang saat dikonfirmasi di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (28/7/2022).
Fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk aedes aegypti dewasa yang gigitannya jadi pemicu warga terpapar DBD, sehingga jumlah yang terpapar tidak bertambah.
Sementara untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada tempat-tempat yang dimungkinkan jadi lokasi nyamuk bertelur.
"PSN di Kecamatan Matraman dilakukan rata-rata dua kali seminggu. Para kader jumantik (juru pemantau jentik) memantau dan memeriksa jentik," ujar Bambang.
Baca juga: Camat Sebut Pola Perilaku Warga Jadi Penyebab Tingginya Kasus DBD di Cilandak
Baca juga: Pemprov DKI Koordinasi dengan Kemenkes RI Antisipasi Cacar Monyet
PSN tetap dilakukan karena merupakan langkah pencegahan nyamuk aedes aegypti berkembangbiak, beda dengan fogging yang dilakukan setelah ditemukan kasus DBD.
Bambang menuturkan terdapat dua syarat bagi Puskesmas melakukan fogging, pertama ditemukan jentik pada rumah pasien atau radius 100 meter dari rumah pasien terpapar.
"Kedua tidak ditemukan jentik namun ada dua kasus atau ada yang sakit demam dalam radius 100 meter," tuturnya.