Sudah Dirayu Sosok Ini Supaya Kuat Hadapi Kasus Penembakan, Kopda Muslimin Lebih Pilih Jalan Lain

Kabul jadi sosok yang meyakini Kopda Muslimin untuk kuat menghadapi kasus penembakan istrinya sendiri. Namun, Kopda Muslimin memilih jalan lain.

Editor: Siti Nawiroh
Kolase TribunJakarta
Kopda Muslimin kedapatan menangis menelpon Kabul sebelum ditemukan meninggal dunia keracunan. Kopda Muslimin mengaku sudah tidak kuat lagi walau sudah dirayu Kabul untuk lebih kuat lagi, ia kemudian menitipkan anak-anak kepada Kabul karena memilih jalan lain yakni mengakhiri hidupnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebelum ditemukan meninggal dunia keracunan, Kopda Muslimin kedapatan menangis sambil menitipi anak-anaknya kepada satu sosok yang ia percayai.

Sosok tersebut bernama Kabul, pria yang merupakan pegawai di kediaman Kopda Muslimin dan istrinya, Rina Wulandari.

Kabul jadi sosok yang meyakini Kopda Muslimin untuk kuat menghadapi kasus penembakan istrinya sendiri.

Namun kepada Kabul, Kopda Muslimin mengaku sudah tak kuat lagi. Ia juga berharap Kabul bisa menjadi om yang baik untuk anak-anaknya.

Kopda Muslimin merasa terpojok dan dicari personel TNI dan Polri setelah menyewa eksekutor jaringan togelnya untuk habisi Rina Wulandari, tapi mereka malah tertangkap.

Baca juga: Ditelepon Kopda Muslimin untuk Asuh Anak-anaknya, ART Tegas Menolak: Gak Ada Bapak, Saya Gak Kuat

Rina Wulandari alih-alih tewas ditembak di kepala oleh para eksekutor malah terluka di perut. Kini, sang istri dirawat di Rumah Sakit dr. Kariadi Semarang.

Demi kelanjutan hidup sang anak, Kopda Muslimin mengeluarkan unek-uneknya menelepon Kabul sambil menangis.

Lewat telepon itu pula, Kopda Muslimin menitipkan anaknya sebelum akhirnya ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022) pagi.

Kopda Muslimin kedapatan menangis menelpon Kabul sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kopda Muslimin kedapatan menangis menelpon Kabul sebelum ditemukan meninggal dunia. (Kolase Tribun Jakarta/Istimewa)

Kopda Muslimin menghubungi Kabul pada Selasa (19/7/2022). Itulah telepon terakhir Kopda Muslimin untuk Kabul.

Pesan tersebut bak menggambarkan bahwa Kopda Muslimin sudah memiliki niatan untuk mengakhiri hidupnya.

Dari obrolan di telepon itu, Kabul sempat meminta majikannya Kopda Muslimin untuk kembali ke rumah dan memperhatikan kondisi istri dan anaknya.

"Sudah telat Bul aku balik," begitu kata Kopda Muslimin seperti ditirukan Kabul.

Kabul masih mencoba meyakinkan Kopda Muslimin, bahwa tidak ada waktu terlambat mengakui kesalahan dan memperbaiki keretakan rumah tangganya.

"Belum Pak! Anak-anak butuh bapak loh, Pak," Kabul meyakinkan Kopda Muslimin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved