Cecar Transjakarta, Ketua DPRD DKI Minta Putus Kontrak Operator Bus yang Sering Kecelakaan

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mencecar jajaran direksi PT Transjakarta atas rentetan kecelakaan. Ini permintaan Prasetyo Edi Marsudi.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Suasana rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama PT Transportasi Jakarta di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mencecar jajaran direksi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) atas rentetan kecelakaan yang terjadi belakangan ini.

Hal ini dilakukan Prasetyo saat rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta bersama PT Transjakarta.

"Kalau bicara teori, papar hebat, tapi implementasi lapangan, saya melihat para operator tuh pada enggak bener," ucapnya dalam rapat tersebut, Senin (1/8/2022).

Prasetyo pun mempertanyakan rentetan kecelakaan yang sering terjadi pada bus Transjakarta.

Bahkan, tak jarang kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Sering Kecelakaan, DPRD DKI Panggil Jajaran Transjakarta Buat Evaluasi Kinerja

"Ini enggak sekali dua kali kejadian dan saya sering melihat Transjakarta itu dia ya kayak orang enggak punya tanggung jawab membawa mobil," ujarnya.

Politikus senior PDIP ini pun mendesak agar Transjakarta sebagai regulator tegas dalam memberikan sanksi terhadap operator bus.

bus Transjakarta yang menabrak pengendara sepeda motor perempuan di lampu merah simpang PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (5/3/2022)
bus Transjakarta yang menabrak pengendara sepeda motor perempuan di lampu merah simpang PGC, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (5/3/2022) (Istimewa)

Bahkan, ia mendesak agar Transjakarta menghentikan kerja sama dengan operator yang sering terlibat kecelakaan.

"Kita sebagai pemerintah sudah memberikan kerja sama yang baik, tapi kalau dia nggak baik buat apa kita pakai?" kata Prasetyo.

Baca juga: Kasus Pelecahan Seksual di Transjakarta Kembali Terjadi, Ini Kata Wagub Ariza

Rentetan kecelakaan yang kerap terjadi pun disebutnya sudah mencoreng nama baik Pemprov DKI.

Padahal, kelalaian yang menyebabkan kecelakaan itu dilakukan oleh operator bus yang mayoritasnya merupakan perusahaan swasta, seperti PT Mayasari Bakti, Steady Safe, dan lain sebagainya.

"Tolong itu digarisbawahi, karena bukan apa-apa, ini sekali lagi menyangkut nyawa orang. Tanggung jawab kita sebagai pemerintah," tuturnya.

"Kan enggak dilihat juga operatornya apa, yanh dilihat pemerintahnya, BUMD-nya apa? Ya Transjakarta," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved