Formula E
Cium Aroma Kejanggalan, Politisi PDIP Duga Anggaran Formula E dari Hasil Jakpro Jual Perusahaan
Gilbert Simanjuntak menduga, anggaran yang digunakan untuk menyelenggarakan balap Formula E awal Juni lalu berasal dari uang hasil jual perusahaan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Padahal, laporan keuangan Jakpro sudah merah sejak 2019 silam dengan kerugian sebesar Rp92,83 miliar.
Kemudian, pada 2020 kerugian tercatat sebesar Rp240 miliar dan pada 2021 sebesar 110,83 miliar.
Artinya, selama periode 2019-2021 lalu total kerugian Jakpro mencapai Rp443,66 miliar.
Baca juga: PDIP Sebut Anies Jadikan Salat Iduladha di JIS Panggung Politik: Ada Gambar Formula E di Arah Kiblat
Gilbert pun mendesak agar Gubernur Anies Baswedan terbuka dan segera mengumumkan hasil audit terhadap penyelenggaraan Formula E.
"Masyarakat melihat turunnya transparansi era Gubernur Anies Baswedan dibanding pendahulunya, sebaiknya ini dijawab dengan keterbukaan seperti dalam transparansi Formula E," ujarnya.
PDIP Serius Gulirkan Wacana Hak Interpelasi
PDIP kian serius untuk menggulirkan hak interpelasi jelang berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono memastikan telah melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pimpinan dewan terkait hak interpelasi yang bakal digulirkan kembali.
"Sudah komunikasi (dengan Ketua DPRD DKI). Sudah ketemu. Iya nanti diagendakan, disampaikan seperti itu (oleh Ketua DPRD DKI)," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (1/7/2022).
Setelah itu, pimpinan dewan bakal mengagendakan interpelasi di Badan Musyawarah (Bamus) agar rapat paripurna interpelasi Formula E bisa segera dilaksanakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Kolase-Foto-Politisi-PDIP-Gilbert-Simanjuntak-dan-Formula-E.jpg)