Ini Daftar 3 Operator Transjakarta yang Paling Sering Kecelakaan Sepanjang 2022

Tiga operator bus Transjakarta jadi sorotan setelah terjadinya rentetan kecelakaan yang terjadi belakangan ini.

Dok. Polda Metro Jaya
Bus TransJakarta ringsek di Jalan Sudirman, depan Ratu Plaza, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tiga operator bus Transjakarta jadi sorotan setelah terjadinya rentetan kecelakaan yang terjadi belakangan ini.

Direktur Operasi dan Keselamatan Transjakarta Yoga Adiwinarto memaparkan, ketiganya merupakan operator bus yang paling sering mengalami kecelakaan.

"Operator (yang paling banyak kecelakaan) itu ada Steady Safe, PPD, dan Mayasari Bakti," ucapnya dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI, Senin (1/8/2022).

Untuk operator Steady Safe, accident rate per 100.000 kilometer mencapai 0,98 persen.

Angka ini menjadikan Steady Safe jadi operator bus Transjakarta yang paling sering kecelakaan selama periode Januari hingga Juni 2022.

Baca juga: Cecar Transjakarta, Ketua DPRD DKI Minta Putus Kontrak Operator Bus yang Sering Kecelakaan

Kemudian, peringkat kedua ada PPD dengan angka accident rate per 100.000 kilometer sebesar 0,7 persen dan posisi ketiga ada Mayasari Bakti dengan 0,69 persen.

Yoga menyebut, tak semua kecelakaan yang terjadi merupakan salah dari pramudi Transjakarta.

Pasalnya, ada beberapa jalur Transjakarta yang tidak dibatasi oleh separator dan menyatu dengan jalur umum (mix traffic).

"Contohnya ada kasus motor jatuh duluan, kemudian tidak sengaja tertabrak bus kami. Jadi memang tidak serta-merta ini semuanya kesalahan dari pramudi," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, ada tiga jenis kecelakaan Transjakarta yang sering terjadi, yaitu konflik dengan lalu lintas lain, penumpang terjepit dan terjatuh, dan kecelakaan menabrak pejalan kaki.

Bus Transjakarta yang menabrak pagar pembatas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (11/2/2022).
Bus Transjakarta yang menabrak pagar pembatas Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (11/2/2022). (Istimewa)

Dari banyaknya kecelakaan yang terjadi, mayoritas disebabkan oleh masalah kebugaran pengemudi, kompetensi pengemudi, hazard atau halangan dalam lintasan, ketidak hati-hatian penumpang atau pengguna jalan lain, serta pengaruh obat-obatan.

Meski demikian, angka kecelakaan Transjakarta diklaim menurun dalam dua tahun terakhir ini.

Pada tahun 2020 lalu, accident rate per 100.000 kilometer mencapai 3,18 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved