Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Putri Candrawathi Menangis Didampingi Sosok Lain, Bukan di TKP Adu Tembak Brigadir J dan Bharada E
Bukan didampingi Irjen Sambo, terungkap Putri Chandrawathi menangis bukan di tempat adu tembak Brigadir J dan Bharada E.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Namun Irjen Sambo tak terlihat ikut PCR bersama istri dan para ajudannya. Ia terlihat tetap dalam kamar.
Baca juga: Bharada E Blak-blakan, Lagi Lakukan Ini Saat Dengar Teriakan Istri Ferdy Sambo Dilecehkan Brigadir J
Sekitar pukul 16:00 WIB lewat selepas PCR, Putri Candrawathi dan rombongan, kecuali asisten rumah tangga, pergi ke rumah dinas.
Tak begitu jauh, jarak antara rumah dinas Irjen Sambo dan rumah pribadi sekitar 700 meter.
Beberapa menit setelah itu, Irjen Sambo meninggalkan rumah pribadi dan tidak menuju ke rumah dinas.

Kala itu bersama ajudan yang mengendarai motor patwal, Irjen Sambo naik mobil menuju arah lain.
Tak lama setelah berangkat, terlihat motor dan mobil tersebut berhenti.
Rupanya saat itu, Irjen Sambo menerima telepon dari sangi istri terkait masalah di rumah dinas.
“Baru beberapa menit berjalan, kelihatan motor patwal berhenti, mobil berhenti. Kata penyidik, itu karena ada telepon dari ibu (Putri) ke Pak Ferdy yang menjelaskan ada masalah ini,” ujar Taufan Damanik.
Saat itu juga, Mobil yang dikendarai Irjen Ferdy Sambo berusaha berbalik arah. Begitu juga motor patwal.
Namun karena jalanan sempit, Irjen Sambo langsung berlari ke rumah dinas.
Di sisi lain, Damanik menjelaskan CCTV yang berbeda memperlihatkan Putri Chandrawathi keluar dari rumah dinas lalu menangis di rumah pribadi.
Putri Chandrawathi menangis bukan didampingi Irjen Sambo, melainkan seorang asistennya.
“Tidak beberapa lama, Bu Putri keluar dari rumah dinas, kembali ke rumah pribadi didampingi asisten. Dia tampak menunjukkan wajahnya menangis,” jelas Damanik.
“Kenapa kami bisa mengatakan menangis? Karena CCTV-nya sangat clear, kualitas tinggi,” beber Taufan lagi.
Baca juga: Alasan Ferdy Sambo Minta Bharada E Dilindungi Usai Tembak Brigadir J, LPSK Ingatkan Tenggat 30 Hari
Selanjutnya, Damanik mengatakan datangnya mobil Provost hingga mobil lain ke lokasi kejadian penembakan.