Apa Itu Gunung Antang yang Buat Anies Baswedan Terdiam: Sarang PSK, Preman, Hingga Renggut Nyawa

Lokalisasi Gunung Antang di Kelurahan Palmeriam, Jatinegara, Jakarta Timur, ini bertahun-tahun jadi sumber masalaah: sarang preman hingga judi.

Kolase TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8/2022). Ia terdiam saat ditanya soal realisasi pembongkaran lokalisasi Gunung Antang di Jatinegara, Jakarta Timur (foto kiri). Petugas mengevakuasi jasad Sugito, korban pengeroyokan para preman lokalisasi Gunung Antang, Minggu (17/10/2021). Sugito tewas karena enggan membayar jasa PSK. 

"Kita harus saling menghormati, tidak serta merta (membongkar, red). Kita harus carikan solusi, apalagi ada permintaan dari warga agar lokalisasi tersebut dibersihkan," imbuh dia.

Petugas gabungan dari jajaran Satpol PP, TNI-Polri saat proses penggerebekan prostitusi di Gunung Antang, Matraman, Jumat (22/4/2022)
Petugas gabungan dari jajaran Satpol PP, TNI-Polri menggerebek lokalisasi Gunung Antang, Matraman, Jatinegara, Jakarta Pusat, Jumat (22/4/2022). (ISTIMEWA)

Warga Diserang 'Penguasa' Gunung Antang

Desakan penutupan lokalisasi Gunung Antang dipicu protes warga setelah mendapatkan serangan dari para preman yang mencari peruntungan di sana.

Penyerangan itu berlangsung di Jalan Kemuning, RT 005 RW 001, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur

Setidaknya, warga RW 001 Rawa Bunga mendapat dua kali penyerangan, yakni pada Minggu (12/6/2022) dini hari WIB dan Senin (13/6/2022).

Empat warga terluka dan satu rumah rusak akibat mendapatkan lemparan batu dari pelaku penyerangan pada Minggu dini hari.

Sementara itu saat penyerangan lanjutan Senin dini hari, warga mendengar suara tembakan lebih dari tiga kali.

Salah satu peluru menembus rolling door dan kaca etalase milik warga. Pelaku penyerangan diduga berasal dari lokalisasi tersebut.

Baca juga: Banyak Kasus Kriminal, Penertiban Lokalisasi Gunung Antang Masih Tahap Perencanaan

Belakangan, pelaku yang melepaskan tembakan ke rumah warga sudah polisi ciduk. Pelaku yang menjadi tersangka kasus ini adalah Suardi.

Tersangka pembacokan dan penembakan di permukiman warga Jatinegara ini mengaku membeli senjata api rakitan jenis Revolver dari marketplace.

Preman Lokalisasi Gunung Antang ini mengaku membeli senjata tersebut dalam bentuk airsoft guns, lalu meminta dirakit kembali.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono memberi keterangan terkait kasus penangkapan preman Lokalisasi Gunung Antang yang menyerang permukiman warga, Sabtu (18/6/2022).
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono memberi keterangan terkait kasus penangkapan preman Lokalisasi Gunung Antang yang menyerang permukiman warga, Sabtu (18/6/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Senjata api rakitan itu dipakai Suardi saat menyerang permukiman warga Jalan Kemuning Bendungan, Rawa Bunga, Jatinegara pada Senin sekira pukul 02.00 WIB.

Polisi pascakejadian menemukan proyektil dan mengamankan sembilan butir peluru dan sebilah golok untuk membacok warga.

"Keterangan sementara yang bersangkutan beli secara online. Tapi ini masih kita dalami. Ini adalah Airsoft Guns yang dirakit menjadi senjata api," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono, Sabtu (18/6/2022).

Suardi menyerang permukiman warga Jalan Kemuning Bendungan karena dendam beberapa waktu sebelumnya, karena sang adik dituduh mencuri kotak amal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved