Apa Itu Gunung Antang yang Buat Anies Baswedan Terdiam: Sarang PSK, Preman, Hingga Renggut Nyawa

Lokalisasi Gunung Antang di Kelurahan Palmeriam, Jatinegara, Jakarta Timur, ini bertahun-tahun jadi sumber masalaah: sarang preman hingga judi.

Kolase TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (2/8/2022). Ia terdiam saat ditanya soal realisasi pembongkaran lokalisasi Gunung Antang di Jatinegara, Jakarta Timur (foto kiri). Petugas mengevakuasi jasad Sugito, korban pengeroyokan para preman lokalisasi Gunung Antang, Minggu (17/10/2021). Sugito tewas karena enggan membayar jasa PSK. 

Kedua tersangka sudah ditahan di sel Mapolrestro Jakarta Timur dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Sementara tersangka Akbar, Ipul, Gading, dan Bolot, menurut Erwin, sedang dikejar personel jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.

Kisah Kelam Lokalisasi Gunung Antang

Kematian Sugito yang dipicu masalah belum bayar uang kencan menambah riwayat kelam lokalisasi Gunung Antang.

Ketua RW 09 Palmeriam, Sutrisno (66), bercerita lokalisasi Gunung Antang beroperasi sekitar 1970. PSK yang beroperasi di sana memasang tarif bervariasi.

Baca juga: Magnet Lokalisasi Gunung Antang, Mencuat Lagi Saat Sugito Dihabisi Gegara Tolak Bayar Uang Kencan

Semua itu tergantung usia. Untuk tarif dari Rp 50 ribu sampai Rp 200 ribu. PSK di sini tetap diburu pria pemuja nafsu sesaat. 

"Dari tahun 1970-an sudah di situ. Relatif ya (tarifnya), ada Rp 200 ribu, Rp100 ribu, Rp 50 ribu. Ada yang muda, tua," cerita Sutrisno di Matraman, Jakarta Timur, Selasa (19/10/2021).

Usia para PSK di lokalisasi Gunung Antang berkisar 20-50 tahun, berasal dari Jakarta, hingga kota penyangga seperti Depok dan Bogor.

Ratusan bangunan liar di bekas area lokalisasi Gang Royal, Jalan Rawa Bebek RW 013 Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara ditertibkan, Selasa (8/12/2020)
Selain lokalisasi Gunung Antang di Jatinegara, ada lokalisasi Gang Royal yang berada di sisi rel kereta api. Tepatnya di Jalan Rawa Bebek RW 013 Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto lokalisasi Gang Royal diambil pada Selasa (8/12/2020) (Dok. Satpol PP Jakarta Utara)

Sepengetahuan Sutrisno, beberapa PSK yang ke lokalisasi Gunung Antang diantar menggunakan sepeda motor oleh joki sekira pukul 20.00 WIB.

Jam segitu kawasan Gunung Antang mulai beroperasi, transaksi sudah menggeliat dari para penjaja dan pria hidung belang. 

"Pendatang ada dari Citayam, dari Depok, dari bongkaran Kalijodo juga ada. Sekitar jam tujuh dan jam 8 malam (PSK) udah datang, ada yang bawa kendaraan motor," ujarnya.

Lokalisasi Gunung Antang tak hanya menjajakan perempuan PSK, tapi juga peredaran minuman keras hingga judi koprok. Segala jenis hiburan ini memicu beberapa kasus penganiayaan hingga merenggut korban jiwa.

Sejumlah warga sekitar pun, kata Sutrisno, resah dengan keberadaan lokalisasi Gunung Antang.

"Pembunuhan selama pandemi, baru yang kemarin kejadian. Ya mau gimana? Warga sekitar juga takut nanti ada gesekan, yang penting enggak ganggu wilayah situ," tuturnya.

Beberapa tahun lalu petugas gabungan pernah menertibkan lokalisasi Gunung Antang. Ibarat jamur di musim hujan, lokalisasi Gunung Antang selalu menjadi daya tarik.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved