Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak
Vera Simanjuntak Batal Minta Perlindungan, Kata LPSK Soal Pacar Brigadir J: Mungkin Ada Kekeliruan
LPSK memberi penjelasan mengenai batalnya kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak mengajukan permohonan perlindungan. Ini penjelasannya.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Ketika diamankan LPSK, semua pihak termasuk keluarga tidak bisa menghubungi dulu. Itu yang menjadi pertimbangannya," kata dia dilansir dari Tribun Jambi.
Karena itu, untuk sementara ini, Vera membatalkan niatnya untuk meminta permohonan perlindungan ke LPSK, seperti yang sudah dilakukan istri Irjen Pol Ferdy Sambo dan Bharada E.
Baca juga: 3,5 Jam Jalani Pemeriksaan di LPSK, Status Bharada E Penembak Mati Brigadir J Belum Pasti Dilindungi
"Cukup dengan perlindungan yang sekarang aja.
Ancaman serius sejauh ini belum ada," kata Ramos Hutabarat.
Meski tidak ada ancaman serius yang diterima, Ramos menyebut Vera dalam kondisi tertekan.
"Apalagi sejak pemeriksaan di Polda itu, ada yang bilang dia sebagai saksi kunci, itu membuatnya menjadi merasa takut," ungkapnya.
Dalam kasus ini, Vera memang sudah dimintai keterangan oleh Bareskrim Polri di Mapolda Jambi pekan lalu.
Ponsel milik Vera bahkan sampai ikut disita oleh penyidik.
Vera Simanjuntak yang merupakan seorang bidan itu bahkan saat ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya usai kematian Brigadir J yang belum menemui titik terang.
Brigadir J buat panggilan ke kekasih puluhan kali
Sejam terakhir hidupnya, Brigadir J rupanya sempat melakukan panggilan ke ponsel kekasihnya sebanyak 23 kali.
Hal ini terungkap berdasarkan data di HP milik Vera Simanjuntak.
Baca juga: Kuasa Hukum Bharada E Sesalkan Pernyataan Autopsi Ulang Brigadir J: Klien Kami Seperti Dihakimi
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan bahwa miscall dari HP Brigadir J ke HP Vera Simanjuntak muncul tidak beraturan.
"Miscallnya itu sekali muncul tapi tidak beraturan waktunya sebanyak 23 kali. Ini janggal, jadi waktu miscall tidak terdengar oleh kekasihnya," kata Kamaruddin kepada Wartakotalive.com, Senin (1/8/2022).
Disebut Kamaruddin, 23 miscall datang sekali waktu namun dengan catatan waktu tak beraturan.