Pagar Tribun JIS Roboh
Usung Anies Baswedan Tapi Malah Usul Bentuk Pansus JIS, Syarif Gerindra: Kritis Kan Boleh
Politikus Gerindra mengusulkan pembentukan Pansus JIS usai insiden pagar roboh. Padahal Gerindra yang mengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Tetapi sikap kritis enggak boleh luntur. Jadi, ada dinamika dari teman-teman Gerindra di Komisi B itu bagus, tidak dilarang," sambungnya.
Syarif pun menegaskan komitmen Gerindra untuk tetap mendukung Gubernur Anies Baswedan hingga masa jabatannya berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.
"Ya kami tetap menudung (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) sampai masa jabatannya berakhir," tuturnya.
Usulan Pansus JIS
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk Jakarta International Stadium (JIS).
Pasalnya, stadion yang menjadi ikon baru ibu kota itu dinilai punya segudang masalah, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaan.
Hal ini disampaikan Ichwanul dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Dalam rapat tersebut, ia menyoroti robohnya pagar pembatas penonton saat acara grand launching JIS.
Ia pun turut mencecar dan mempertanyakan peran Jakpro selaku pemilik dalam mengawasi kontraktor.
"Dengan anggaran luar biasa besar, Rp4 triliun lebih. Dengan mata telanjang juga sudah bisa lihat. Kemudian pada saat pengerjaan, Jakpro itu kalian di mana? Monitor enggak terhadap vendornya? Konsultan, kontraktor itu dimonitor?" ucapnya, Selasa (2/8/2022).
Tak hanya itu, ia pun mengaku mendapat laporan soal akses bagi pemain untuk masuk stadion.
Pasalnya, saat soft launching tak ada akses khusus bagi pemain untuk masuk ke dalam stadion berkapasitas 82.000 penonton ini.
"Kan ngaco bus pemain ga bisa masuk sampai atas, jadi atlet harus masuk di pintu atau jalur yang sama dengan penonton atau VIP," kata dia.
Selain itu, politikus Gerindra ini juga turut menyoroti buruknya pencahayaan di JIS yang buruk sehingga pencahayaan untuk rumput tak bisa optimal.
Hal ini bisa berimbas pada kualitas rumput yang akan cepat rusak bisa tak mendapat penyinaran matahari yang maksimal.