Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Beda Versi Bharada E Soal Detik-detik Tewasnya Brigadir J di Hadapan Ferdy Sambo

Terungkap beda versi Bharada E soal detik-detik tewasnya Brigadir J di hadapan Ferdy Sambo. Hal itu disampaikan Deolipa Yumara dan Ronny Talapessy.

Tayang:
Metro TV/Istimewa/Tribunnews
Deolipa Yumara (kiri), Bharada E (tengah) dan Ronny Talapessy (kanan). Terungkap beda versi Bharada E soal detik-detik tewasnya Brigadir J di hadapan Ferdy Sambo. Hal itu disampaikan Deolipa Yumara dan Ronny Talapessy. 

Sebelumnya, Deolipa juga menegaskan bahwa Irjen Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J.

Tetapi, Deolipa tak mengetahui secara pasti soal senjata yang digunakan Ferdy Sambo saat menembak Brigadir J.

“Ya saya enggak tahu, tapi dia (Bharada E) menembak, Sambo menembak, ini situasional kan, habis itu katanya Sambo menembak ke dinding,” kata Deolipa.

Baca juga: Tak Terbayang di Posisi Brigadir J: Berlutut Ketakutan, Ada Ferdy Sambo dan Bharada E Siap Nembak

Ronny Talapessy menuturkan Deolipa tidak fokus membaca Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Makanya apakah pengacara yang lama tidak fokus baca BAP, karena keterangan klien saya tidak seperti itu," ujarnya.

Ronny menyebutkan kliennya diperintah oleh Ferdy Sambo yang sudah mengakui sebagai aktor utama pembunuhan Brigadir J.

Kondisi Bharada E saat diperiksa LPSK. Bharada E kini resmi dilindungi oleh LPSK karena Bharada E memenuhi syarat sebagai Justice Collaborator
Kondisi Bharada E saat diperiksa LPSK. Bharada E kini resmi dilindungi oleh LPSK karena Bharada E memenuhi syarat sebagai Justice Collaborator (Youtube channel Kompas tv)

"Jadi kepentingan kami membela Bharada E agar lepas dari pidana," ujarnya.

Lebih lanjut Ronny mengakui kliennya menembakan tiga sampai empat peluru ke arah Brigadir J.

"Sekitar 3 sampai 4 tembakan," kata Ronny.

Sedangkan, Deolipa mengungkap, perintah menembak Brigadir J sempat membuat Bharada E kebigungan.

Ferdy Sambo bahkan disebut berkali-kali menyerukan Bharada E untuk segera menembak Brigadir J.

Mengenai motif, Deolipa menyebut bahwa pembunuhan terhadap Brigadir J tak hanya didasari masalah asmara.

Melainkan ada kebersamaan elite-elite gelap polisi.

Mata Bharada E Terpejam Saat Eksekusi Brigadir J

Mantan Pengacara Bharada E, Deolipa mengatakan kliennya diperintah oleh mantan atasannya Irjen Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved