Polemik DPRD DKI Gelar Rapat di Bogor, Pengamat Sebut Uang Transportasi Lebih Besar Plus Refreshing

Pengamat politik Ujang Komarudin duga DPRD DKI gelar rapat di Bogor untuk refreshing plus uang transportasi lebih besar.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Ujang Komarudin dan lokasi diduga tempat rapat DPRD DKI. Pengamat politik Ujang Komarudin duga DPRD DKI gelar rapat di Bogor untuk refreshing plus uang transportasi lebih besar, Selasa (30/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyoroti gelaran rapat anggaran dan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI Jakarta yang digelar di Grand Cempaka Resort, Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Selasa (30/8/2022).

Diketahui, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk membahas jadwal rapat paripurna penetapan pemberhentian gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022, yakni Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria.

Selain itu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi turut mengungkapkan rapat di Bogor turut membahas anggaran.

Mengetahui hal ini, Ujang menduga ada faktor dibalik gelaran rapat yang digelar di kawasan Bogor itu.

Pertama ia menyinggung soal transport yang didapatkan oleh para anggota legislatif Kebon Sirih yang hadir.

Baca juga: Ketua DPRD Curiga Ada Main Mata Bupati Kep Seribu & Swasta di Balik Helipad Pulau Panjang Dibongkar 

"Ya itu kan biasa juga dilakukan oleh DPRD kabupaten kota yang lain ya. Menggelar rapat-rapat di luar daerah ya kita fokus saat ini membahas tentang DPRD DKI yang sering rapat di luar atau Bogor. Ya biasanya mungkin mereka beralasan di balik aturan bahwa aturannya boleh, aturannya mendukung, aturannya tidak melarang begitu lalu saat yang sama biasanya kalau di luar kota kan secara pendapatan kan juga berbeda kalau di dalam kota," ucapnya, Selasa (30/8/2022).

Ia menduga transport yang didapat para anggota dewan ini lebih besar dengan gelaran rapat di luar ibu kota.

Baca juga: Ungkap Jual Beli Jabatan di Pemprov DKI, Ketua DPRD Terima Usulan Pembentukan Pansus Kepegawaian

"Mungkin kalau di luar kota, pendapatan uang transportasinya, mungkin ya, uang hariannya itu kan menjadi bertambah, menjadi lebih besar. Mungkin alasan itu lah dilakukan, sehingga rapat itu dilakukan di luar Jakarta," lanjutnya.

Kedua, faktor refreshing. Di mana udara di kawasan Bogor memang berbeda dengan Jakarta yang cenderung lebih panas.

"Lalu nilai refreshingnya juga, udara segar juga didapatkan," ungkapnya.

Grand Cempaka Resort and Convention, Bogor, Jawa Barat. DPRD DKI Jakarta merencanakan menggelar rapat tentang jadwal penetapan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria di resort tersebut pada Selasa (30/8/2022).
Grand Cempaka Resort and Convention, Bogor, Jawa Barat. DPRD DKI Jakarta merencanakan menggelar rapat tentang jadwal penetapan pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria di resort tersebut pada Selasa (30/8/2022). (hotelmurah.com)

Berangkat dari hal ini, ia pun menyarankan agar rapat bisa digelar di wilayah Jakarta saja, seperti hotel yang terletak di ibu kota.

Tujuannya, agar masyarakat bisa mengakses lantaran bila rapat bersifat umum serta untuk menghindari respon negatif oleh publik.

"Ya biasa ini namanya juga politisi ingin mendapatkan keuntungan la ya dengan cara rapat-rapat tersebut ya tentu ini akan mendapatkan banyak respon negatif atau kritikan dari publik tapi mereka juga beralasan tidak ada aturan yang melarang itu. Itu persoalannya," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved