Cerita Kriminal

Daftar Kasus Polisi Tembak Polisi Usai Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J: Ada yang karena Iseng

Inilah daftar kasus polisi tembak polisi yang terjadi usai Ferdy Sambo diketahui membunuh Brigadir J.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Inilah daftar kasus polisi tembak polisi yang terjadi usai Ferdy Sambo diketahui membunuh Brigadir J. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Inilah daftar kasus polisi tembak polisi yang terjadi usai Ferdy Sambo diketahui membunuh Brigadir J.

Kasus Ferdy Sambo yang menjadi perhatian publik seakan tak menjadi peringatan kepada polisi lainnya untuk tak melakukan aksi seperti itu.

Sebab nyatanya, usai kasus Ferdy Sambo, kasus polisi tembak polisi masih juga terjadi di tanah air.

Berikut ini TribunJakarta.com merangkum kasus polisi tembak polisi usai kasus Ferdy Sambo.

1. Polisi Tembak Polisi karena Arisan Istri

Baca juga: Seakan Tak Ada Habisnya, Polisi Tembak Polisi Terjadi Lagi: Pelaku dan Korban Juga Saling Kenal

Kasus polisi tembak polisi pertama yang terjadi usai kasus Ferdy Sambo yakni ada di Lampung Tengah pada Minggu (4/9/2022) malam sekira pukul 20.30 WIB.

Penembakan dilakukan Aipda Rudi Suryanto (39) kepada Aipda Karnain (41) yang merupakan teman kerjanya.

Keduanya sama-sama berdinas di Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah.

Adapun penembakan itu dilakukan pelaku di rumah korban yang letaknya tak berjauhan dengannya di Jalan Rantau Jaya, Bandar Jaya Barat, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah.

Beda dengan kasus Ferdy Sambo yang membunuh Brigadir J, kasus polisi tembak polisi (foto kanan) bisa terkuak kurang dari 24 jam.
Inilah daftar kasus polisi tembak polisi yang terjadi usai Ferdy Sambo diketahui membunuh Brigadir J. Kasus pertama terjadi di Lampung Tengah. (Tribun Jakarta/Tribun Lampung)

"Aipda Karnain tersungkur di depan istri dan kedua anaknya, sementara pelaku berlari meninggalkan TKP," ujar Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya saat merilis kasus tersebut, Senin (5/9/2022).

Kepada polisi, pelaku mengaku nekat menembak korban sering diintimidasi dan aibnya dibuka ke publik.

Puncaknya, pelaku marah saat korban membeberkan kepada grup WhatsApp jika istri pelaku belum membayar arisan online.

"Pelaku melihat di grup WhatsApp bahwa korban telah membeberkan informasi, bahwa istri pelaku belum membayar arisan online," kata Kapolres.

Adapun sesaat sebelum kejadian, pelaku yang sedang melaksanakan piket SPK ditelepon oleh istrinya yang mengatakan sedang sakit sehingga pelaku izin untuk kembali ke rumah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved