Cerita Kriminal

4 Bocah Rudapaksa Anak Yatim Piatu, Hotman Paris Desak DPR Revisi UU Peradilan Pidana Anak

Hotman menilai, penanganan pidana anak yang diatur dalam undang-undang tersebut saat ini sudah tak relevan dengan kondisi saat ini.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Pengacara Hotman Paris Hutapea saat menyampaikan penanganan kasus empat bocah rudapaksa anak yatim piatu di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022). Hotman Paris mendesak DPR RI untuk merevisi Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendesak DPR RI untuk merevisi Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Desakan itu menyikapi penanganan kasus pemerkosaan yang dilakukan empat anak di bawah umur terhadap anak yatim piatu 13 tahun di hutan kota wilayah Cilincing, Jakarta Utara.

Kekinian, keempat bocah yang berstatus anak berhadapan hukum tersebut dititipkan ke selter perlindungan anak di Cipayung, Jakarta Timur.

"Sangat perlu adalah DPR harus mengubah undang-undang (sistem peradilan pidana anak)," kata Hotman di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

Diketahui, dalam kasus ini empat anak yang merudapaksa korban rentang usianya 11 sampai 13 tahun.

Baca juga: Hotman Paris Sampai Turun Tangan, Alasan 4 Bocah Rudapaksa Gadis Yatim Piatu Bikin Geleng Kepala

Hotman mengatakan, saat ini ada dua pasal dalam Undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang membahas tentang penanganan pidana terhadap keempat bocah tersebut.

Pertama, Pasal 21 yang menyebutkan anak di bawah umur 12 tahun terduga pelaku tindak pidana harus dikembalikan ke orangtuanya.

Kedua, Pasal 32 disebutkan bahwa penahanan terhadap anak berhadapan hukum bisa dilakukan bila yang bersangkutan telah genap berusia 14 tahun.

Kolase foto rudapaksa dan lokasi hutan kota tempat pemerkosaan anak perempuan yatim piatu di Cilincing, Jakarta Utara.
Kolase foto rudapaksa dan lokasi hutan kota tempat pemerkosaan anak perempuan yatim piatu di Cilincing, Jakarta Utara. (Kolase Tribun Jakarta)

Hotman menilai, penanganan pidana anak yang diatur dalam undang-undang tersebut saat ini sudah tak relevan dengan kondisi saat ini.

Ia menganggap kelakuan anak-anak di bawah umur zaman sekarang sudah melebihi batasan.

"Bahwa anak umur 12 tahun itu harus dikembalikan ke orangtuanya, itu sudah tidak zamannya lagi," ucap Hotman.

"Karena ternyata umur 12 tahun ke bawah kelakuannya bisa lebih sadis dari orang dewasa dan undang-undangnya harus diubah," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, anak perempuan yatim piatu berusia 13 tahun diperkosa empat teman sebayanya di hutan kota tersebut pada 1 September 2022 silam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved