Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Sampai Ferdy Sambo Dipecat, Kamaruddin Kasih Sinyal Keluarga Brigadir J Siap-siap Elus Dada

Sampai Ferdy Sambo dipecat, pengacara Kamaruddin Simanjuntak kasih sinyal supaya keluarga Brigadir bersiap elus dada.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Kolase TribunJakarta
Meski baru kemarin, Ferdy Sambo resmi diberhentikan tidak terhormat dari kepolisian Republik Indonesia. Pengacara Kamaruddin Simanjuntak kasih sinyal supaya keluarga Brigadir J alias Yosua bersiap elus dada. Ada apa? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengacara Kamaruddin Simanjuntak kasih sinyal supaya keluarga Brigadir J alias Yosua bersiap elus dada.

Meski baru kemarin, Ferdy Sambo resmi diberhentikan tidak terhormat dari kepolisian Republik Indonesia.

Lantas, apa yang membuat Kamaruddin Simanjuntak mengatakan keluarga Brigadir harus siap elus dada?

Lebih dari dua bulan meninggalnya Brigadir J, perkembangan kasusnya masih berbelit-belit sampai saat ini.

Kamaruddin mengaku tak menyerah, ia masih semangat terus mendampingi keluarga polisi bernama lengkap Nopriansyah Yosua Hutarabat tersebut mendapatkan keadilan.

Baca juga: Ajukan Banding Diduga Cuma Siasat Ferdy Sambo, Putri Tak Ditahan Contoh Rencananya Sukses?

Namun, Kamaruddin mengatakan keluarga harus bersiap-siap kecewa lantaran proses pengusutan dugaan pembunuhan berencana Brigadir J ini yang berbelit-belit.

Sudah hampir tiga bulan sejak kematian Brigadir J, perkas para tersangka kasus tersebut belum lengkap.

"Tidak ada yang menyerah, hanya bilang kita siap-siap kecewa karena muter-muter di situ omongannya mereka penyidik," tegasnya saat dihubungi, Senin (19/9/2022).

Kamaruddin bantah menyerah
Kamaruddin bantah menyerah. (Kolase TribunJakarta)

Meski demikian, pihaknya akan tetap mengawasi dan mengawal kasus ini.

"Saat ini, kita masih terus dan keterangan saksi untuk kita pakai di pengadilan," ungkapnya.

Semangat dari Kamaruddin tampaknya ditularkan kepada keluarga Brigadir J di Jambi.

Meski semangat, keluarga Brigadir J hanya saja saat ini tengah merasa jenuh dengan pemberitaan yang ada.

Apalagi kasus kematian Brigadir J tak kunjung masuk ke meja hijau.

"Ayah mendiang Brigadir Yosua, Bapak Samuel mungkin jenuh karena tiga bulan tidak ada kepastian," katanya.

"Hingga sampai sekarang saya masih jadi pengacara orangtua Brigadir Yosua, kita tetap semangat," sambungnya.

Karir Ferdy Sambo di Polri tamat

Karif Ferdy Sambo di Polri rupanya sudah benar-benar tamat.

Baca juga: Kami Capek, Toh Anak Saya Tak Akan Kembali Nelangsanya Ayah Brigadir J, Kamaruddin Minta Maaf

Sempat tak terima atas pemecatan dirinya, Sambo mengajukan banding melalui Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Namun, sidang KKEP menolak bandingnya. Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri tersebut resmi diberhentikan secara tidak hormat.

"Satu, menolak permohonan banding pemohon banding (Ferdy Sambo)."

Bandingnya di kasus Brigadir J ditolak dan dinyatakan tetap dipecat, apakah Ferdy Sambo siap konsisten dengan ucapannya.
Bandingnya di kasus Brigadir J ditolak dan dinyatakan tetap dipecat. (Kolase Tribun Jakarta)

"Dua, menguatkan putusan sidang Komisi Sidang Kode Etik Polri tanggal 26 Agustus 2022 atas nama pelanggar Ferdy Sambo," ucap Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto dikutip TribunJakarta.com dari Tribunnews.com, Senin (19/9/2022).

Kini, perwira tinggi Polri itu dibayangi ancaman hukuman mati sebagai tersangka pembunuh Brigadir J.

Susno Duadji: Kalau Saya Kapolri, Kasus Brigadir J Selesai Satu Bulan Lagi, Kasus Very Very Simple

Sampai saat ini kasus tewasnya Brigadir J belum sampai ke meja hijau.

Padahal sudah lebih dari dua bulan polisi asal Jambi itu tewas di rumah dinas Ferdy Sambo.

Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duaji tak segan mengkritik langkah Polri yang dinilai lamban dalam menangani kasus tewasnya Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs.

Bahkan andai dirinya jadi Kapolri, menurut Susno Duadji, kasus ini akan selesai tak kurang dari satu bulan lagi.

Pernyataan vokal dari Susno Duadji itu rupanya memunculkan teror terhadap jenderal bintang tiga tersebut.

Susno Duaji pun mengaku tidak takut dengan ancaman tersebut.

"Saya kalau untuk menyatakan kebenaran mana pernah ada takut," kata Susno Duadji dilansir dari Youtube Uya Kuya TV, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Ayah Brigadir J Ungkap Kapan Dirinya Bisa Tenang, Saat Ini Pikirannya Masih Kemana-mana

Tak hanya itu, Susno Duadji pun kembali meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo segera menyelesaikan kasus Ferdy Sambo.

Sebab jika ia jadi Kapolri, maka kasus ini akan selesai tak kurang dari satu bulan lagi.

"Dari awal sudah saya katakan, kasus ini very very simple. Kenapa saya katakan sangat sangat simpel, Polri orang dimutilasi, orang dibuang di hutan saja kan bisa ngungkapnya. Dimutilasi itu kan identitas korban nggak jelas, kemudian siapa yang melakukan tidak tahu, kapan melakukan tidak tahu, dengan apa melakukan tidak tahu. Berarti kan perlu ilmu yang hebat," jelas dia.

Eks Kabareskrim, Susno Duadji
Eks Kabareskrim, Susno Duadji (Kolase TribunJakarta)

Kemudian pada kasus Ferdy Sambo ini, menurutnya kasusnya sudah jelas, yakni yang mengaku menembak ada, mayat yang mati ada, identitasnya jelas, senjata yang digunakan menembak juga ada.

"Segala macam ada, lah apa susahnya? Tingkat polsek saja bisa menyidik ini dan cepat, tapi kenapa jadi sulit," tandasnya.

Ia juga mengungkap, kasus ini jadi berlarut karena adanya pihak-pihak yang melingkupi dan yang merekayasa kasus tersebut.

"Dikacaukan semua, dan banyak orang terbohongi, kena prank. Buktinya DPR terkecoh, Kapolri terkecoh, dan banyak pejabat polisi terkecoh. Bukan lagi prank, sudah di atasnya. Uya Kuya sebagai artis kalah," katanya sambil tertawa.

Susno Duadji pun mengungkap bahwa hal itulah ternyata yang membuat sulit.

Meski begitu, Susno Duaji mengatakan bahwa penyidikan kasus ini sudah ada pada jalan yang benar.

"Tinggal diawasai jangan sampai lalai karena sudah banyak bukti, nanti lamban menyelesaikannya, habis masa tahanannya. Itu yang perlu diawasi," jelasnya.

Ia pun menyarankan Kapolri untuk melakukan fungsi pengawasan yang lebih ketat lagi terhadap kasus ini agar bisa selesai tepat waktu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved