Ketua DPD RI Ungkap Ancaman Paling Serius Dampak Perubahan Konstitusi UUD 1945

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengungkap ancaman paling serius dampak perubahan konstitusi UUD 1945 saat mengisi kuliah umum di Palopo.

ISTIMEWA
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengisi Kuliah Umum dengan tema "Mengembalikan Kedaulatan dan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat" di Aula Ratona Wali Kota Palopo, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALOPO - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan dampak perubahan konstitusi UUD 1945 yang dilakukan dalam kurun waktu 1999-2002 sangat besar.

"Ancaman paling serius bagi Indonesia adalah penghancuran ingatan kolektif bangsa dengan metode damai atau non-militer. Yaitu dengan menjauhkan generasi bangsa itu dari ideologinya," tutur LaNyalla, saat mengisi Kuliah Umum dengan tema "Mengembalikan Kedaulatan dan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat" di Aula Ratona Wali Kota Palopo, Kamis (22/9/2022).

Setelah ingatan kolektif tersebut hancur, bangsa ini akan dipecah belah persatuannya.

"Untuk kemudian dipengaruhi, dikuasai dan dikendalikan pikirannya, agar tidak memiliki kesadaran, kewaspadaan dan jati diri atau identitas, serta gagal dalam regenerasi untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasional bangsa," katanya.

LaNyalla mengatakan, amandemen konstitusi pada 1999-2002 memiliki agenda terselubung tersebut.

Baca juga: Kuliah Umum di Tana Toraja, Ketua DPD RI Nilai Banyak Masyarakat Tak Sadar UUD 1945 Telah Berganti

"Dan, kita secara tidak sadar telah kehilangan jati diri atau identitas, karena amandemen tersebut menjauhkan bangsa ini dari ideologi Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara," tutur LaNyalla.

Ancaman lainnya adalah proses pencaplokan bangsa ini oleh bukan orang Indonesia asli yang dilakukan dengan tiga tahapan yakni, kuasai perekonomiannya, kuasai politiknya dan kuasai Presiden dan Wakil Presiden-nya.

Hal itu terjadi setelah UUD hasil amandemen 1999-2002 mengubah pasal 6 UUD 1945 pada kalimat ‘Presiden Indonesia ialah Orang Indonesia Asli’.

"Jika tiga epicentrum penting tersebut sudah dikuasai oleh bukan orang Indonesia asli, maka Anda semua tidak akan bisa apa-apa lagi," kata LaNyalla.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengisi Kuliah Umum dengan tema
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat mengisi Kuliah Umum dengan tema "Mengembalikan Kedaulatan dan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat" di Aula Ratona Wali Kota Palopo, Kamis (22/9/2022). (ISTIMEWA)

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, kondisi tersebut akan menyingkirkan dan membuat anak-anak bangsa menjadi penduduk marginal yang tak memiliki kuasa atas kendali bangsa. Tak lagi memiliki kompetensi dan tak mampu bersaing akibat dimiskinkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved