Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Sosok Ini Tak Bantah Dugaan Salah Satu Kakak Asuh Ferdy Sambo Bekas Kapolri: Siapa Orangnya?

Sosok ini tak membantah jika salah satu dugaan kakak asuh Ferdy Sambo adalah bekas Kapolri.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Youtube Kompas TV
Bekas penasihat Kapolri yang juga Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Prof Muradi menceritakan dugaan sosok kakak asuh yang membeking Ferdy Sambo di kasus Brigadir J. Salah satunya diduga bekas Kapolri. 

Ketiganya yakni Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Panca Putra.

"Yang berpelukan?," sebut Aiman merajuk nama Kapolda Metro Jaya yang memang sempat viral ketika memeluk Ferdy Sambo di saat kasus Brigadir J awal terungkap.

"Salah satunya itu.

Makanya kenapa kemudian dua minggu lalu Kapolri melalui Kadiv Humas ingin menelusuri peran 3 kapolda.

Yang 3 kapolda, dua clear dan kita menunggu Kapolda Metro, timsus kan bisa menyelidiki," kata Muradi.

"Saya sih berharap mereka ga terlibat karena tiga nama itu saya kenal baik," lanjut Muradi.

Sementara itu, untuk satu purnawirawan yang disebut juga menjadi kakak asuh Ferdy Sambo di kasus Brigadir J, Aiman bertanya apakah yang dimaksud adalah mantan Kapolri.

"Apakah benar kakak asuh dia, jenderal bintang 4 yang sudah purnawirawan alias mantan Kapolri?," tanya Aiman.

Mendapat pertanyaan itu, Muradi tak mengiyakan namun tak juga membantahnya.

"Mas Aiman bisa menjawab sendiri lah kira-kira.

Kan saya sudah kasih klue kan yang bersangkutan ini yang memuluskan karir FS," kata Aiman.

"Anda tidak membantah, tapi Anda juga tidak meniyakan.

Jadi saya asumsikan pertanyaan saya jawabannya iya benar," ujar Aiman.

Mendengar hal itu, Prof Muradi yang terhubung melalui video call hanya tertawa.

Dalam kesempatan itu, Muradi berharap kebesaran hati dari para kakak asuh untuk membiarkan kasus ini diproses dengan mekanisme hukum yang berlaku.

"Ini kan polisi jadi terganggu dengan manuver-manuver seseorang," ujar Muradi.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved