Cerita Kriminal

9 Bulan Kasus Rudapaksa Tak Berposes, Polisi Baru Jawab Usai Diviralkan Hotman Paris

Sudah 9 bulan lamanya sejak melaporkan ke polisi, pihak keluarga merasa tak ada proses hingga akhirnya dia mengadu kepada Hotman Paris Hutapea.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Elga H Putra
Kolase Tribun Jakarta/Instagram
 Sudah 9 bulan lamanya sejak melaporkan ke polisi, pihak keluarga merasa tak ada proses hingga akhirnya dia mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sudah 9 bulan lamanya sejak melaporkan ke polisi, pihak keluarga merasa tak ada proses hingga akhirnya dia mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Usai kasus ini diviralkan oleh sang pengacara kondang Hotman Paris, barulah polisi angkat bicara.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi sejak 28 Desember 2021. Ketika itu, polisi hanya meminta keluarga untuk menunggu.

Baca juga: Miris! Bocah 10 Tahun di Manado Tewas Dirudapaksa dan Aniaya, Hotman Paris Bakal Bongkar Para Pelaku

Kepada keluarga bocah malang itu, Hotman Paris berpesan bakal mengungkap para pelaku yang melakukan tindakan keji itu.

Pengacara kondang yang terkenal kerap membantu rakyat kecil ini bahkan rela meninggalkan pekerjaannya di Jakarta untuk menemui ibu korban.

Soal kasus ini Hotman Paris kemudian unggah di Instagramnya, Minggu (18/9/2022).

Pengacara kondang Hotman Paris rela meninggalkan semua pekerjaannya di Jakarta demi bertemu ibu seorang gadis berusia 12 tahun di Manado yang menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan.
Pengacara kondang Hotman Paris rela meninggalkan semua pekerjaannya di Jakarta demi bertemu ibu seorang gadis berusia 12 tahun di Manado yang menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan. (Kolase TribunJakarta)

Hotman Paris mengunggah video korban tengah berbaring di rumah sakit dipasangi alat medis.

Sebelum meninggal dunia, gadis malang itu sempat menyebutkan siapa saja pelaku yang bertindak keji kepadanya.

Meski pelaku sudah jelas, polisi belum juga menetapkan tersangkanya.

"Adik kita ini meninggal setelah di duga diperkosa dan di sakitin!!!Dugaan pemerkosaan gadis kecil di Menado!!

Sebelum meninggal cewek malang ini tunjuk sesuatu di vidio? Apakah yg di tunjuk di duga pelaku???Masih perlu di pelajari dan di perdalam buktinya!! !

Benarkah ada oknum aparat menyaksikan saat korban yg kesakitan tunjuk wajah wajah di vidio???Tapi knp belum ada yg di tahan?," kata Hotman Paris.

Baca juga: 4 Bocah Rudapaksa Anak Yatim Piatu, Hotman Paris Desak DPR Revisi UU Peradilan Pidana Anak

Selanjutnya, Hotman Paris mengaku akan terbang ke Surabaya tanggal 24 September 2021 untuk bertemu ibu korban.

Hotman Paris meminta ibu korban datang ke tempat yang telah disediakannya.

Tak tanggung-tanggung, Hotman Paris bahkan membiayai semua keperluan ibu korban untuk menemuinya.

"Atas sponsor dari Atlas Beach club dan grup usaha ibu dari almarhum akan di terbangkan dari Menado ke surabaya utk temu hotman 911 dgn biaya di tanggung oleh Atlas Beach Club jam 11 Tgl 24 September 2022!

Akan temu Hotman 911 dialamat: Gesdung W super club jln Basuki Rahmat no 23, Embong Kaliasin, Genteng , Surabaya!," kata Hotman Paris.

Hotman Paris kemudian menyoroti ucapan gadis malang itu sebelum meninggal.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi. Sudah 9 bulan lamanya sejak melaporkan ke polisi, pihak keluarga merasa tak ada proses hingga akhirnya dia mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea..(Kompas.com)

Gadis itu mengaku dianiaya hingga kepalanya dibenturkan ke dinding.

Lalu kejadian selanjutnya korban diancam dibunuh kemudian dicabuli.

"Pengakuan cewek umur 12 tahun sebelum meningal: Dijedotin kepalanya didinding sampai cidera otak!!! 2 kali kejadian.

Kejadian pertama,: diduga oleh pelaku Pertama dgn cara diancam akan dibunuhi kemudian dicabuli

Kejadian kedua, diduga dilakukan oleh pelaku Pertama dan pelaku kedua diancam pakai pisau, dijedotin didinding, dikeroyok sampai pingsan," tulis Hotman Paris.

Akibat pemerkosaan dan penganiayaan tersebut, gadis malang itu sampai masuk rumah sakit karena pendarahan di vagina.

Tak hanya itu, korban juga mengalami pendarahan di otaknya.

Miris dengan apa yang dialami korban, Hotman Paris maju untuk mencari keadilan gadis malang itu.

Hotman Paris bahkan rela meninggalkan semua pekerjaannya di Jakarta untuk langsung bertemu ibu korban.

"Adinda sayang: tenanglah di Alam Baka, Hotman rela terbang dan tinggalin kerjaan di Jakarta demi membongkar para jahanam pelaku!

Baca juga: Isi WhatsApp Hotman Paris dan Kapolri Terkuak, Beri Reaksi Tegas Soal Bocah SD Diperkosa di Medan

Hotman yakin sahabat baik ku Bapak Kapolri akan memberi atensi kasus ini!," tulis Hotman Paris.

Dalih Polisi

Sementara itu dikutip dari berbagai sumber, Kapolres Manado, Kombes Julianto Simanjuntak mengaku kasus ini sedang dalam proses penyidikan.

Pihaknya tak bisa sembarangan untuk membuat seseorang menjadi tersangka.

Julianto menjelaskan penetapan tersangka harus memenuhi dua alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP.

Saat ini sudah ada saksi yang diperiksa, namun yang mengarah pada penetapan tersangka belum ditemukan.

Pengacara kondang Hotman Paris belum lama ini membuka posko "Hotman 911".

Lewat posko tersebut, Hotman memberikan bantuan hukum dan pendampingan bagi korban pemerkosaan di Manado dan Jakarta Utara.

Meski begitu, Hotman memastikan bahwa kehadirannya bukan sebagai kuasa hukum resmi.

Ilustrasi pelecehan seksual seks
Ilustrasi pelecehan seksual seks. Sudah 9 bulan lamanya sejak melaporkan ke polisi, pihak keluarga merasa tak ada proses hingga akhirnya dia mengadu kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. (ISTIMEWA)

Tujuan Hotman mengawal kasus tersebut agar bisa viral dan mendapat perhatian dari pihak penegak hukum.

"Jadi sebenarnya (saya) bukan kuasa hukum resmi. Sesudah saya viralkan ini, ternyata mendapat proses yang baik Kapolres Jakarta Utara," kata Hotman Paris saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/9/2022).

"Jadi apa pun yang saya viralkan langsung mendapat respons karena memang tugas saya tidak sembarang memviralkan, benar-benar saya seleksi dulu," tambahnya.

Hotman bertekad membantu pihak korban guna mengupayakan keadilan sebagai manusia.

"Kriterianya Hotman 911, kasus yang sangat menyentuh kemanusiaan. Khususnya untuk rakyat ekonomi lemah. Di Indonesia, ini saking enggak ada keadilan, saking susahnya, sampai menangis. Di situ peran saya semaksimal mungkin. Walaupun saya juga manusia," tutur Hotman.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved