Pulau Pari Dilanda Banjir Rob, Wagub Ariza Singgung Perubahan Iklim dan Cuaca

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut banjir rob di Pulau Pari terjadi lantaran perubahan iklim dan perubahan cuaca yang tak menentu.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut banjir rob di Pulau Pari terjadi lantaran perubahan iklim dan perubahan cuaca yang tak menentu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal banjir rob di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Ia menjelaskan, banjir rob yang terjadi lantaran perubahan iklim dan perubahan cuaca yang tak menentu.

"Ya memang kan sekarang memang cuacanya sedang tidak menentu. Perubahan Iklim ya. Mengenai banjir rob itu yang sering terjadi di daerah pesisir terutama di Jakarta Utara," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (22/9/2022) malam.

Orang nomor dua di DKI ini mengungkapkan solusinya adalah pembuatan tanggul.

Terlebih, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) sempat menyarankan penanaman lebih banyak bakau atau mangrove menjadi solusi jangka panjang.

Baca juga: Pemprov DKI Datangkan 12 Ton Daging Sapi Beku dari NTT untuk Warga Jakarta

"Tapi prinsipnya, Pemprov DKI Jakarta, selalu mengupayakan yang terbaik bagi warga Jakarta. Tidak hanya kami anggarkan, kami buat program-program terkait pengendalian banjir di Jakarta, teman-teman bisa lihat Dinas SDA itu lebih dari Rp 4 triliun anggaran yang kami anggarkan untuk pengendalian banjir di Jakarta di tahun 2022 ini," lanjutnya.

"Ya itu juga penanaman mangrove itu terus dilaksanakan program-program seperti itu. Tidak hanya pemprov, tapi juga masyarakat, organisasi kita tahu membantu wilayah Jakarta dengan menanam mangrove. Saya juga pernah ikut organisasi Jaika saya nanam mangrove juga ya Dan organisasi menwa Dan organisasi lainnya," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara. (Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com)

Dilansir dari Kompas.com, Warga Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, merasakan dampak perubahan iklim yang nyata. Salah satunya adalah banjir rob yang semakin sering terjadi setiap tahun.

Edi (37), warga Pulau Pari, menyaksikan, kenaikan permukaan air laut yang masuk ke daratan jarang terjadi 20 tahun lalu. Namun, banjir rob terjadi semakin sering sejak awal tahun 2000-an.

”Setahun bisa 18-15 kali, kalau ada musim (angin monsun) timur dan barat. Setiap musim paling enggak delapan kali banjir. Apa yang terjadi saat ini lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Edi yang hadir dalam konferensi pers di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Hari itu, ia mewakili warga Pulau Pari dan membahas isu krisis iklim yang dialami masyarakat di pulau kecil.

Banjir rob pun disebut sebagai salah satu dampak dari perubahan iklim yang kini semakin mengkhawatirkan.

Akhir tahun lalu, Desember 2021, enam titik di Kelurahan Pulau Pari terkena banjir rob.

Baca juga: Pemprov DKI Bangun Penahan Banjir Rob dari Karung Pasir di Pesisir Marunda

Ketinggian air laut mencapai 50 sentimeter hingga 1,3 meter terjadi sejak pukul 08.00 hingga 10.50 WIB, dikutip dari berita di situs resmi Pulauseribu.jakarta.go.id.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved