Harga Kedelai Naik Bikin Omzet Turun, Siasat Produsen di Ciracas Perkecil Ukuran Tempe

Kenaikan harga kedelai impor dikeluhkan produsen tempe di Ciracas, Jakarta Timur. Produsen pun mengecilkan ukuran tempe, Rabu (28/9/2022).

TribunJakarta.com/Bima Putra
Produsen tempe, Ari Ambari saat menunujukkan hasil produksi tempe yang ukurannya sudah diperkecil, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Kenaikan harga kedelai impor yang kini berkisar Rp13 ribu per kilogram dikeluhkan produsen tempe di Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Ari Ambari (47), satu produsen tempe di Jalan Rukun I, RT 06/RW 02, Cibubur mengatakan akibat kenaikan harga membuat terpaksa memperkecil ukuran tempe dan menaikkan harga jual.

"Sebelumnya harga kedelai per kilogram itu Rp11 ribu, sekarang Rp13 ribu. Makannya ukuran (per papan) diperkecil, dari yang biasa berat 1 kilogram sekarang 9 ons," kata Ari, Rabu (28/9/2022).

Menurutnya kenaikan harga kedelai yang merupakan bahan baku utama produksi tempe sudah terjadi sejak bulan Februari 2022 lalu, dan harganya di pasaran hingga kini terus melonjak.

Penyebabnya karena harga kedelai impor global naik, serta naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang mempengaruhi ongkos pengiriman dari tingkat distributor ke pedagang.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Mencekik, Produsen Tahu Tempe Menjerit

"Untuk omzet sekarang juga turun, turun sekitar 30 persen. Karena ya itu modal untuk produksi bertambah tapi penjualan sulit. Harga jual dari kita ke pedagang juga naik kan," ujarnya.

Ari mencontohkan harga jual tempe ke pedagang sayur yang sebelumnya dia patok sebesar Rp10 ribu per papan sekarang naik menjadi Rp12 ribu sehingga memberatkan.

Produsen tempe, Ari Ambari saat proses produksi tempe di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022).
Produsen tempe, Ari Ambari saat proses produksi tempe di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Meski harga melonjak, menurutnya hingga kini belum ada seruan agar para produsen tempe dan tahu yang terdampak kenaikan harga kedelai melakukan mogok produksi seperti sebelumnya.

Baca juga: Kisah Kasbani 44 Tahun Hidup Dari Tempe, Mampu Sarjanakan Anak-anaknya dan Bangun 2 Rumah di Depok

"Harapannya ya pemerintah bisa membuat harga kedelai stabil lah, enggak naik terus seperti sekarang dan pasokan normal. Kalau mahal seperti ini terus terang membebani," tuturnya.

Produsen tempe, Ari Ambari saat proses produksi tempe di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022).
Produsen tempe, Ari Ambari saat proses produksi tempe di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022). (TribunJakarta.com/Bima Putra)
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved