Pengosongan Paksa Aset Harta Pailit Disebut Melanggar dan Cacat Hukum

Tim Kurator Andy Hioe menolak dan keberatan atas rencana pelaksanaan eksekusi terhadap aset yang telah dinyatakan pailit, hari ini Rabu, (28/9/2022).

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Tim Kurator mengupayakan penghentian eksekusi pengosongan aset milik debitur pailit Andy Hioe, yang berlokasi di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat. Tim Kurator Andy Hioe menolak dan keberatan atas rencana pelaksanaan eksekusi terhadap aset yang telah dinyatakan pailit, hari ini Rabu, (28/9/2022). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tim Kurator (TK) Andy Hioe menolak dan keberatan atas rencana pelaksanaan eksekusi terhadap aset yang telah dinyatakan pailit, pada hari ini Rabu, (28/9/2022).

Surat perintah rencana eksekusi atau pengosongan itu muncul dengan penetapan No.78/Pdt.Eks-RL/2021.

Menurut TK Andy Hioe, ada dugaan tindak pidana terkait dengan munculnya surat perintah penetapan eksekusi atau pengosongan aset yang ditujukan terhadap debitur pailit.

"Mohon agar dihentikan setidaknya ditunda semua proses eksekusi terhadap harta pailit atas nama Andy Hioe, karena ada dugaan tindak pidana terkait dengan munculnya surat perintah penetapan eksekusi atau pengosongan, yang diduga dilakukan oleh oknum Panitera sebagaimana laporan polisi pada tanggal 26 September 2022," kata perwakilan TK Andy Hioe.

Lebih lanjut, TK menjelaskan saat ini obyek jaminan merupakan harta pailit, akan dilakukan eksekusi pengosongan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu tanggal 28 September 2022.

"Akan dilakukan eksekusi pengosongan terhadap ketiga aset, merupakan harta pailit, karena belum 1 (satu) tahun sejak lelang, dan hak kepemilikan atas ketiga aset tersebut belum beralih kepada Bank Mas. Andy Hioe keburu sudah dinyatakan pailit, aset juga belum beralih menjadi nama Bank Mas, sehingga oleh karenanya yang dieksekusi oleh pengadilan negeri jakarta pusat haruslah diangkat dari status eksekusi tersebut, dan eksekusi pengosongan harus dibatalkan" terang TK.

Selanjutnya, TK mengatakan berdasarkan putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst., tanggal 07 April 2022 yang salah satu amarnya : menyatakan Andy Hioe (pailit) dengan segala akibat hukumnya.

Baca juga: Tim Kurator Upayakan Penghentian Eksekusi Aset Debitur Pailit di Kemayoran

"Sesuai dengan pasal 21 UUKPKPU menyatakan kepailitan meliputi seluruh kekayaan debitor pada saat putusan pernyataan pailit diucapkan, termasuk segala sesuatu yang diperoleh selama kepailitan, dan Pasal 24 ayat (1) UUKPKPU menyatakan debitor demi hukum kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus harta kekayaannya yang termasuk harta pailit."

"Sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan, serta, Pasal 98, menyatakan sejak mulai pengangkatannya, Kurator harus melaksanakan semua upaya untuk mengamankan harta pailit dan menyimpan semua surat dan dokumen" terangnya.

Dikesempatan yang sama, Tim Kurator (TK) menerangkan, bahwa TK Andy Hioe telah memasukkan dalam daftar pertelaaan sementara harta pailit atas perkara Nomor: 01/Pdt.Sus-Pailit/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst, yang telah disetujui oleh Hakim Pengawas tertanggal 06 Juni 2022, beberapa diantaranya berupa : Tanah dan bangunan SHM No. 425/Kemayoran, dengan Surat Ukur 1267/1993 tanggal 5 Agustus 1993 dengan luas 408 M2, tercatat atas nama Andy Hioe beralamat Jl. Mantri No.198 A, Kel. Kemayoran, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat dengan Nomor Objek Pajak (NOP) : 31.73.050.007.015-0026.0.

Kemudian, tanah dan bangunan SHM No. 426/Kemayoran, dengan Surat Ukur 1268/1993 tanggal 5 Agustus 1993 dengan luas -270 M2, tercatat atas nama Andi Hioe beralamat Jl. Mantri No.198, Kel. Kemayoran, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat dengan Nomor Objek Pajak (NOP): 31.73.050.007.015.0027.0.

Lalu, tanah dan bangunan SHM No. 1204/Kemayoran, dengan Surat Ukur 00034/2007 tanggal 13 September 2007 dengan luas 544 M2, tercatat atas nama Andy Hioe beralamat Gang Mantri II, No.356, Kel. Kemayoran, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat dengan Nomor Objek Pajak (NOP): 31.73.050.007.015-0043.0.

Dimana awalnya ke tiga aset tersebut sebelumnya adalah sebagai jaminan atas hutang Andi Hioe kepada PT. BANK, dengan dibebankan hak tanggungan, kemudian pada tanggal 07 Juli 2021, oleh PT. BANK MAS, telah dimohonkan dan telah dilakukan lelang dengan Risalah lelang No. RL-333/29/2021.

Baca juga: Musala Tak Terbakar di Tengah Kobaran Api di Kemayoran, Ini Penjelasan Warga

Bahwa proses lelang tersebut memakai acte de command atau akta pembelian sementara buat orang lain yang pada intinya berisi pernyataan bahwa bank kreditor akan ikut menjadi peserta lelang untuk membeli sendiri aset jaminan kreditnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved