Kak Seto Turun Tangan, Gadis 14 Tahun yang Diduga Dicabuli Kakak Beradik Diberi Pemulihan Psikologis

Kak Seto mengunjungi kediaman R (14), gadis yang diduga dicabuli kakak beradik tetangganya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/9/2022).

ISTIMEWA
Kak Seto dan jajaran DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia usai mengunjungi kediaman R (14), gadis yang diduga dicabuli kakak beradik tetangganya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mengunjungi kediaman R (14), gadis yang diduga dicabuli kakak beradik tetangganya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (29/9/2022).

Kunjungan Kak Seto dalam rangka memantau pemulihan psikologis korban dengan kolaborasi bersama DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Selain untuk melakukan pendampingan korban, kedua pihak sepakat akan menindaklanjuti sejumlah fenomena kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini. 

"Kami akan terus mengawal kasus ini dan beberapa di tempat lain," ujar Kak Seto.

Kak Seto menegaskan, agar dapat mengentaskan persoalan kekerasan terhadap anak, dibutuhkan peran serta berbagai pihak.

Baca juga: Kasus Rudapaksa Anak Terus Terjadi, Tapi Anies Belum Respons Sparta, Kak Seto: Mungkin Dia Sibuk

Karena itu, ia menyambut baik kolaborasi DPP AMPI berperan dalam aksi-aksi perlindungan anak. 

"Kasus ini merupakan satu dari begitu banyak kasus yang mungkin merupakan fenomena gunung es," kata Kak Seto.

Kak Seto mendesak program Sparta hadir di DKI Jakarta, Selasa (20/9/2022), di Mapolres Metro Jakarta Utara.
Kak Seto mendesak program Sparta hadir di DKI Jakarta, Selasa (20/9/2022), di Mapolres Metro Jakarta Utara. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

"Ini juga menunjukkan bahwa melindungi anak perlu orang sekampung, perlu semuanya, tak hanya tanggung jawab pemerintah, polisi, tapi juga masyarakat luas," tegasnya. 

Sekjen DPP AMPI Ahmad Andi Bahri menegaskan, kehadiran pihaknya sebagai bentuk komitmen terhadap aksi-aksi nyata perlindungan anak.

Fenomena banyaknya kasus menimpa anak belakangan bagi Bahri sudah mengisyaratkan kondisi Indonesia darurat perlindungan anak. 

"Baik DPP AMPI serta LPAI meminta agar para penegak hukum lebih cepat dan tegas dalam menangani kasus kekerasan atau pemerkosaan anak di bawah umur," ujarnya. 

Ke depan, lanjut Bahri, DPP AMPI dan LPAI juga sepakat membentuk Satgas Perlindungan Anak di tingkat RT RW.

Baca juga: Temuan Terbaru Komnas HAM Ada Dugaan Pelecehan di Magelang, Reaksi Ayah Brigadi J: Ngapain Dipercaya

Satgas itu sebagai upaya pengawasan terhadap anak lebih efektif dan dapat menekan kasus kekerasan terhadap anak yang selama 4 tahun terakhir terus meningkat.

"Mari bersama-sama, semua harus bertisipasi menjaga dan melakukan perlindungan anak. Indonesia saat ini bisa dikatakan sudah Darurat Perlindungan Anak," tandasnya.

Bahri menambahkan, kasus kekerasan anak di bawah umur juga mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga.

Yang bersangkutan mendorong jajarannya hadir di tengah masyarakat untuk mengedukasi dan mengampanyekan anti kekerasan terhadap anak.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved