Tokoh dan Keluarga Nyekar Bersama Kenang Satu Tahun Sabam Sirait di TMP Kalibata
Sejumlah tokoh bersama keluarga Sabam Sirait menggelar ziarah bersama di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).
Ia melanjutkan, Sabam selama hidupnya meski ada di tengah gemuruh politik tetap konsisten berjuang dan ini diteladani.
"Kiranya perjuangan kita semua, menjadikannya Pahlawan Nasional nanti bisa terwujudkan pada waktunya nanti," katanya.
Pada kesempatan itu, dr. Sondang Sidabutar menyampaikan bahwa dirinya dan keluarga penuh sukacita karena masih banyak orang-orang mencintai alm Sabam Sirait yang telah berpulang satu tahun lalu.
“Terimakasih atas kehadiran semuanya dan telah mencintai Pak Sabam,” ujarnya penuh haru.
Ketua Panitia Pengusulan Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional, RE Nainggolan yang khusus datang dari Medan bersama Pdt. Bambang Jonan mengatakan bahwa tak terasa Sabam sudah satu tahun telah bersama dengan Tuhan.
“Beliau sangat mencintai bangsa ini dan menjadi legacy. Kita berdoa agar Kakak (dr. Sondang Sidabutar) sehat dan keluarga juga. Ke depan kita harapkan akan lahir Sabam-Sabam Junior. Kami datang dari Medan sangat berharap Sabam Sirait menjadi Pahlawan nasional,” harapnya.
Kenangan dengan Sabam Sirait juga disampaikan Ir. Nelson Simanjuntak.
Mantan Komisioner Bawaslu RI yang turut hadir di TMP Kalibata menyaksikan bahwa sosok Sabam selalu konsisten berpolitik di luar pemerintah dan selalu memberi nasihat kepada juniornya.
Sabam Sirait Kitab Suci Berjalan
Ketua umum PGI Pdt. Gomar Gultom menyampaikan jika mengenang Sabam Sirait tak akan ada habis-habis berbicara tentang sosok dan perjuangannya.
“Bang Sabam ini bisa dikatakan kitab suci berjalan. Bahwa dalam hidupnya ada banyak firman. Bang Sabam adalah teladan. Ia memecahkan mitos bahwa kepahlawanan tidak harus ikut kontak senjata dalam Revolusi Fisik tapi cukup dalam dirinya sendiri. Generasi muda harus belajar dari Bang Sabam. Tentu Bang Sabam juga tidak sempurna tapi sudah disempurnakan Tuhan. Dari beliau kita bisa belajar dan bisa mendekatkan diri sama Tuhan,” paparnya.
“Kita berterimakasih kepada keluarga terutama Kak Sondang yang terus berperan dibalik sosok Bang Sabam. Harapan kita semua pengakuan negara menjadi pahlawan nasional. Terimakasih Tim Medan,” imbuhnya.
Doa dibawakan Pdt. Dr. Binsar Pakpahan.
Ziarah bersama di TMP Kalibata dihadiri 60 orang. Lagu Dung “Sonangrohangku” yang juga kesukaan alm Sabam Sirait mengiringi acara tabur bunga.
Sementara Yoshua Sirait mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selalu mengasihi Sabam Sirait.