3 Aksi Berkelanjutan Pemerintah Kota untuk Upayakan Jakarta Utara Bebas Stunting

Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah berupaya mewujudkan kota yang bebas dari kasus stunting. Ini tiga aksi berkelanjutan yang dilakukan Pemkot.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Rembuk stunting yang dilaksanakan Pemkot Jakarta Utara mengajak berbagai stakeholder, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Pemerintah Kota Jakarta Utara tengah berupaya mewujudkan kota yang bebas dari kasus stunting.

Ada tiga aksi berkelanjutan yang dijalankan untuk memastikan kasus stunting di Jakarta Utara benar-benar nol alias zero.

Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Lysbeth Regina Panjaitan mengatakan, penanganan stunting merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Sekaligus menindaklanjuti Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2021.

Lysbeth menjelaskan, ada tiga aksi yang dilakukan Pemkot Jakarta Utara dalam rangka memastikan Jakarta Utara zero stunting.

Baca juga: PDIP Ungkap Air Tanah di Jakarta Sudah Tercemar Bakteri E.coli: Berdampak Kepada Stunting

"Aksi pertama adalah analisa situasi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022, dari sana sudah ditetapkan sebanyak tujuh kelurahan sebagai lokus stunting," kata Lysbeth, Rabu (5/10/2022).

Kemudian, aksi kedua adalah penyusunan rencana kegiatan alias roadmap yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2022 lalu.

Dalam prosesnya, penyusunan rekomendasi yang dihasilkan dari analisis situasi ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam bentuk dukungan kegiatan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Untuk aksi ketiga ini dilakukan rembuk stunting yang nantinya akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting kota melalui integrasi program atau kegiatan yang dilakukan antar OPD, penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat," kata Lysbeth.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, rembuk stunting diharapkan menjalin kerja sama dan partisipasi dari banyak pihak.

Untuk itu, pada hari ini kegiatan yang digelar di hotel kawasan Kelapa Gading mengajak berbagai stakeholder.

Baca juga: Angka Stunting di Kota Tangerang Capai 15,3 Persen, Penyabab Awal Ini Jangan Diremehkan

"Pemerintah Kota, DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan sektor non pemerintah, sampai dengan masyarakat harus berkolaborasi," ucap Ali.

Ali mengatakan, pihaknya telah memetakan wilayah yang ditemui adanya kasus stunting lewat formulir master ansit (analisa situasi).

Dalam pertemuan awal kegiatan tahun 2022, melalui master ansit sudah didapatkan tujuh kelurahan lokus stunting yang tersebar di Kecamatan Penjaringan, Pademangan, dan Cilincing.

Menurut Ali, lokasi-lokasi tersebut akan menjadi wilayah prioritas dalam aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2022 Kota Administrasi Jakarta Utara.

"Saya berharap dengan diadakannya kegiatan ini dapat menjadikan komitmen bersama, dapat menjadi dasar gerakan penurunan stunting kota melalui integrasi program atau kegiatan yang dilakukan antar OPD, penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved