Pilpres 2024

Anies Baswedan Jadi Capres, Partai Garuda Ingatkan KPK Tak Perlu Berbalas Pantun dengan Politikus

Partai Garuda Teddy Gusnaidi minta KPK tak perlu berbalas pantun dengan politikus soal Anies Baswedan yang diusung NasDem sebagai Capres 2024.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Partai Garuda Teddy Gusnaidi minta KPK tak perlu berbalas pantun dengan politikus soal Anies Baswedan yang diusung NasDem sebagai Capres 2024. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mempertanyakan sikap KPK yang ikut berkomentar mengenai  Anies Baswedan yang diusung NasDem sebagai Capres 2024.

Hal itu terkait pernyataan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang memberikan penjelasan bahwa pihaknya tidak melakukan kriminalisasi terhadap Anies terkait dugaan korupsi Formula E.

"Padahal proses penyelidikan dugaan korupsi formula E sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum adanya Deklarasi Anies," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

"Tidak perlu berbalas pantun dengan para politisi dan pengamat, karena KPK bukan Pengamat dan Partai Politik," tambahnya.

KPK, kata Teddy, merupakan lembaga pemberantas korupsi, bukan lembaga pemberantas isu dan fitnah.

Baca juga: Kukuhnya Anies Singgung Sumur Resapan Meski Anggaran di APBD Sudah Dicoret: Ampuh Cegah Banjir

Sehingga KPK, tidak perlu memberikan informasi diluar dari penyelidikan.

"Kenapa Wakil Ketua KPK ikut-ikutan bergunjing," tanya Teddy.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi.
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Istimewa/dok.pribadi)

Menurut Teddy, KPK bisa membungkam berbagai isu dan tuduhan dengan bukti-bukti.

Jadi, lanjut Teddy, yang berbicara adalah bukti adanya korupsi di Formula E, bukan persepsi.

"Dengan bukti-bukti dan temuan-temuan di Formula E, itu sudah menjadi klarifikasi yang ampuh. Tidak perlu penjelasan," ujarnya.

Teddy menilai penjelasan KPK akan menjadi amunisi yang bagus, menjadi bahan yang menarik untuk terus memainkan isu soal kriminalisasi, isu menjegal Anies dan berbagai isu lainnya yang akan diciptakan.

Baca juga: Banjir Jakarta, Anies Baswedan Klaim Sudah Siagakan Petugas Sebelum Hujan Turun: Alat Ada di Lokasi

Maka, tutur Teddy, KPK akan semakin terseret dalam pusaran isu yang dimainkan oleh para pemain politik.

"Seharusnya tutup mata, mulut dan telinga, fokus pada penyelidikan kasus ini, bukan ikutan latah bermain kata-kata. Fokus pada bukti, bukan persepsi apalagi deklarasi," kata Teddy.

Dikutup dari Tribunnews.com, KPK memastikan, proses penyelidikan atas kasus dugaan korupsi Formula E tetap berlanjut meski Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dideklarasikan oleh Partai NasDem sebagai Capres 2024 mendatang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved