Kasus Kematian Akseyna, Ayah Almarhum Datangi Kompolnas Hari Ini, Apa Hasilnya?

Ayah almarhum Akseyna Ahad Dori, Mardoto, mendatangi Kantor Kompolnas hari ini, Rabu (5/10/2022) terkait kasus kematian anaknya. Apa hasilnya?

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Aksi solidaritas untuk almarhum Akseyna Ahad Dori, Selasa (29/3/2022). Ayah almarhum Akseyna Ahad Dori, Mardoto, mendatangi Kantor Kompolnas hari ini, Rabu (5/10/2022) terkait kasus kematian anaknya. Apa hasilnya? 

“Andai surat itu nyasar di tempat orang yg tak kenal kami, maka kami tidak akan pernah tahu kalau ternyata penanganan kasus Akseyna sebegini tidak seriusnya,” keluhnya.

“Sudah tujuh tahun kami berusaha kesana kemari, mengusahakan berbagai cara, berulang kali meminta kejelasan dan klarifikasi. Akhirnya hanya mendapatkan rencana tindak lanjut yang tidak masuk akal,” timpalnya lagi.

Lebih lanjut, Mardoto juga menjabarkan keberatan dari beberapa poin yang tertuang dalam surat tanggapan Kompolnas tersebut.

Surat keberatan ini juga telah ia kirimkan kembali kepada Kompolnas pada tanggal 4 Agustus 2022 lalu.

“Melalui surat ini kami selaku keluarga Akseyna Ahad Dori menyatakan KEBERATAN terhadap penjelasan dan klarifikasi tersebut, terutama pada poin l dan m,” ucap Mardoto.

Pada poin I, Mardoto berujar bahwa tulisan yang ditinggalkan anaknya ditulis oleh dua orang, dan hal tersebut telah dibuktikan oleh Grafolog Deborah Dewi pada tanggal 22 Mei 2015 silam.

“Surat tersebut ditulis oleh dua orang, orang pertama adalah Akseyna, sedangkan orang kedua adalah orang lain yang mencoba meniru tulisan dan tanda tangan Akseyna. Tanda tangan di tulisan tersebut dibuat oleh orang lain, bukan Akseyna,” bebernya.

Kemudian pada poin m, keluarga Akseyna juga merasa keberatan musabab rencana tindak lanjut polisi akan melakukan penyelidikan maksimal guna memastikan Akseyna tewas karena bunuh diri atau dibunuh.

Padahal, sejak bulan Mei 2015 silam sebelumnya Polda Metro Jaya dan Polres Metro Depok telah mengumumkan secara resmi bahwa Akseyna meninggal dunia karena dibunuh,

“Sejak bulan Mei 2015, Polda Metro Jaya dan Polres Depok telah mengumumkan secara resmi bahwa Akseyna meninggal karena dibunuh. Kesimpulan ini didapatkan setelah penyelidikan dan gelar perkara dengan bukti,” imbuhnya.

Mardoto berujar pihaknya berharap Kompolnas sebagai pengawas Polri untuk melakukan klarifikasi ulang pada Polda Metro Jaya & Polres Depok secara lebih akurat, detail, dan lengkap terhadap hasil penyelidikan kasus ini.

“Serta mendorong agar meneruskan penyelidikan atau penyidikan mencari para pembunuh Akseyna dengan pendekatan Scientific Crime Investigation. Kami juga memohon upaya pengawasan yang lebih serius dari Kompolnas terhadap upaya kepolisian dalam pengusutan dan penuntasan kasus pembunuhan Akseyna Ahad Dori,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved