Kasus Stunting di Jakarta Utara Tersebar di 7 Kelurahan, Simak Daftarnya

Pemerintah Kota Jakarta Utara memetakan sebaran kasus stunting di Jakarta Utara. Ada 7 kelurahan, simak daftarnya.

BKKBN via Tribunnews.com
Ilustrasi anak stunting dengan anak tumbuh normal. Pemerintah Kota Jakarta Utara memetakan sebaran kasus stunting di Jakarta Utara. Ada 7 kelurahan, simak daftarnya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara memetakan sebaran kasus stunting di Jakarta Utara.

Berdasarkan hasil analisa situasi, Sudin Kesehatan Jakarta Utara mendata ada tujuh kelurahan yang diketahui terdapat kasus stunting.

Kasudin Kesehatan Jakarta Utara Lysbeth Regina Panjaitan mengatakan, analisa situasi merupakan langkah pertama dari tiga aksi lanjutan yang dilakukan untuk penanganan stunting.

"Aksi pertama adalah analisa situasi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022, dari sana sudah ditetapkan sebanyak tujuh kelurahan sebagai lokus stunting," kata Regina, Rabu (5/10/2022).

Lokus stunting yang dimaksud tersebar pada tujuh kelurahan di Jakarta Utara.

Meski tak memberikan data terperinci soal jumlah kasus, Regina menjelaskan tujuh kelurahan itu tersebar mulai dari Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan, Cilincing, hingga Penjaringan.

Baca juga: 3 Aksi Berkelanjutan Pemerintah Kota untuk Upayakan Jakarta Utara Bebas Stunting

"Untuk diketahui, tujuh kelurahan lokus stunting tersebut adalah Kelurahan Warakas, Cilincing, Sunter Agung, Pademangan Barat, Kebon Bawang, Semper Barat, dan Kelurahan Penjaringan," papar Regina.

Regina mengatakan, penanganan stunting merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Sekaligus menindaklanjuti Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2021.

Setelah analisa situasi, aksi kedua adalah penyusunan rencana kegiatan alias roadmap yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2022 lalu.

Dalam prosesnya, penyusunan rekomendasi yang dihasilkan dari analisis situasi ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara dalam bentuk dukungan kegiatan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

"Untuk aksi ketiga ini dilakukan rembuk stunting yang nantinya akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting kota melalui integrasi program atau kegiatan yang dilakukan antar OPD, penanggungjawab layanan dan partisipasi masyarakat," kata Lysbeth.

Baca juga: Angka Stunting di Kota Tangerang Capai 15,3 Persen, Penyabab Awal Ini Jangan Diremehkan

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, rembuk stunting diharapkan menjalin kerja sama dan partisipasi dari banyak pihak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved