Pemkot Jakarta Timur Surati BBWSCC untuk Bangun Turap di Kali Cipinang
Pemkot Jakarta Timur bakal berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan turap di bantaran Kali Cipinang.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pemkot Jakarta Timur bakal berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan turap di bantaran Kali Cipinang, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.
Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cibubur, Heru Kristianto pihaknya berencana bersurat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) terkait pembangunan turap.
Hal ini menyusul terjadinya tebing longsor di belakang rumah warga Jalan Abdurahman, Kelurahan Cibubur pada Kamis (20/10/2022) sore akibat tergerus aliran Kali Cipinang.
"Mungkin nanti akan kita kirim surat ke BBWSCC. Karena untuk kewenangan aliran Kali Cipinang ini berada di pemerintah pusat," kata Heru di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (21/10/2022).
Untuk penanganan sementara mencegah longsor susulan di permukiman warga Jalan Abdurahman, Pemkot Jakarta Timur bakal menempatkan karung pasir di sepanjang bantaran.
Baca juga: Tebing 10 Meter di Cibubur Longsor, Vespa Hingga Anjing Tercebur ke Kali Cipinang
Kemudian penanaman pohon di bantaran untuk mencegah kontur tanah tergerus aliran Kali Cipinang, dan mengimbau warga tidak membangun rumah di bibir kali yang belum diturap.
"Untuk di wilayah aliran Kali Cipinang yang tebingnya longsor ini berbatasan dengan Kota Depok. Lokasinya curam sehingga proses evakuasi puing longsor tidak bisa menggunakan alat berat," ujarnya.
Heru menuturkan untuk evakuasi material tanah yang longsor dilakukan secara manual dengan mengerahkan petugas dari PPSU dan UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI.
Sebanyak 16 anggota PPSU dan 10 anggota UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup dikerahkan dalam proses evakuasi agar material tanah tidak menghambat arus Kali Cipinang.
"Untuk longsornya tidak sampai berdampak pada rumah warga. Jadi dua kepala keluarga (KK) yang bagian belakang rumahnya longsor tidak sampai mengungsi," tuturnya.

Sebelumnya pada Kamis (20/10) sore tebing dengan tinggi sekitar 10 meter dah lebar 5 meter longsor akibat diterjang aliran Kali Cipinang yang debit airnya naik saat hujan deras.
Longsor di bantaran Kali Cipinang ini bukan pertama kalinya terjadi, sehingga warga berharap pemerintah lekas membangun turap permanen untuk mencegah kasus susulan.